Home / Nasional

Jumat, 13 Mei 2022 - 17:19 WIB

Bertemu Para CEO AS, Presiden Jokowi Harapkan Kerja Sama Konkret

Buanaangkasa.com–Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah pemimpin negara ASEAN bertemu dengan para pengusaha Amerika Serikat (AS), di Intercontinental the Willard Hotel, Washington DC, Kamis (12/05/2022).

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia sebagai Presiden G20, ingin memastikan agar G20 dapat bekerja sebagai katalisator pemulihan ekonomi global, terutama bagi kemajuan negara-negara berkembang. Presiden juga mengharapkan kerja sama konkret yang menguntungkan dengan ASEAN, khususnya Indonesia.

“Semua ini membutuhkan kemitraan yang erat antara pemerintah dengan komunitas bisnis. Saya berharap para CEOs perusahaan besar Amerika dapat membangun kerja sama konkret di G20, dan kerja sama dengan ASEAN, khususnya dengan Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.

Khusus dengan Indonesia, Presiden Jokowi menekankan potensi kekuatan Indonesia dalam penyediaan bahan baku industri, penyediaan energi hijau, dan ekonomi digital.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Akan Hadiri Pertemuan dengan Kongres AS hingga Presiden Biden

“Sebagai salah satu negara penghasil bijih nikel terbesar di dunia, Indonesia berkembang pesat dalam industri besi dan baja. Saat ini Indonesia menjadi negara penghasil besi baja stainless terbesar nomor dua di dunia,” ungkap Presiden.

Menurut Presiden, Indonesia juga kaya akan tambang seperti tembaga dan bauksit untuk aluminium, yang akan menjadi tulang punggung industri energi baru dan terbarukan, termasuk baterai litium dan mobil listrik.

Selain itu, Indonesia juga sangat kaya dengan potensi energi hijau. Pembangkit listrik tenaga hidro, surya, dan geotermal sangat berlimpah.

“Kami memastikan bahwa produksi barang penting akan dihasilkan dari pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Kami mengundang pelaku bisnis Amerika untuk investasi di Indonesia,” jelas Presiden Jokowi.

Baca Juga :  Di Hadapan Kongres AS, Presiden Sampaikan Pentingnya Stabilitas dan Kemakmuran Kawasan

Presiden menambahkan, Indonesia juga serius dalam pengembangan ekonomi digital yang adil dan bermanfaat bagi semua. Saat ini, Indonesia memiliki 2.346 start-up, terbanyak kelima di dunia.

“Saya sangat mengharapkan kontribusi pebisnis Amerika dalam pengembangan infrastruktur digital, memfasilitasi digital capacity-building, serta mendukung kami masuk global value chain melalui digitalisasi,” ujar Presiden.

Tampak hadir Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, US-ASEAN Business Council Ted Osius, Utusan Khusus untuk Perubahan Iklim John Kerry dan sejumlah pimpinan perusahaan AS antara lain Google, Chevron, Boeing, Qualcomm, ConocoPhillips, Marriot International, dan lainnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani.

 

(Foto: Laily Rachev)

(Red/BPMI SETPRES/UN)

 

Share :

Baca Juga

Jakarta

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas Persiapan ASEAN Para Games 2022

Jakarta

Menag Terbitkan Ketentuan Kuota Haji Indonesia 1443 H

Jakarta

Akademisi dan Ilmuwan dalam Science 20 Didorong untuk Berkontribusi dalam Pemulihan Ekonomi yang Lebih Hijau dan Berkelanjutan

Nasional

Ketua DPR: Hidupkan Keteladanan Kartini Melalui UU TPKS

Nasional

Puan: Santri Harus Jadi Pelopor Penanggulangan Covid-19

Nasional

Dari Ende, Presiden Ajak Seluruh Anak Bangsa Bumikan Pancasila

Jakarta

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,01 Persen di Kuartal I-2022

Jakarta

Menkes: 99,2 Persen Masyarakat Indonesia Sudah Memiliki Antibodi COVID-19