Home / Nasional

Kamis, 11 Agustus 2022 - 23:02 WIB

Buka GIIAS Secara Resmi, Menko Airlangga Tekankan Dukungan Pemerintah bagi Penguatan Utilitas Industri Otomotif

Buanaangkasa.com-Tangerang:

Industri otomotif Indonesia merupakan pasar kendaraan bermotor terbesar di ASEAN yang diproyeksikan memiliki prospek menjanjikan di masa mendatang bagi perekonomian nasional. Tumbuhnya perekonomian tersebut didorong adanya penyerapan tenaga kerja yang tinggi, penggunaan komponen dalam negeri, peningkatan daya tarik investor, serta pengurangan impor pada sektor otomotif dalam negeri.

Prospek menjanjikan industri otomotif tersebut kian diperkuat dengan berbagai capaian seperti wholesales pabrik ke dealer mobil baru pada Juni 2022 tercatat sebanyak 79,1 ribu unit atau tumbuh 8,87% (yoy). Selain itu, sektor industri alat angkutan sendiri juga mengalami pertumbuhan signifikan pada Q2-2022 hingga mencapai sebesar 7,35% (yoy) dengan kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 1,36%. Mencermati berbagai potensi dan capaian tersebut, Pemerintah terus melanjutkan upaya penguatan industri otomotif melalui berbagai kebijakan.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini mencapai 5,44% dengan sektor yang berkontribusi terhadapnya adalah otomotif. Untuk itu, Pemerintah telah memberi kontribusi yang besar bagi penjualan otomotif salah satunya melalui dukungan konkret PPnBM tahun 2021 yang mencapai Rp4,63 triliun,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech sekaligus membuka secara resmi Pameran the 29th Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Kabupaten Tangerang, Kamis (11/08).

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tegaskan Indonesia Masih Kaji Keikutsertaannya Jadi Anggota BRICS

Lebih lanjut, Menko Airlangga menegaskan guna mendorong konsumsi serta peningkatan utilitas industri otomotif pada tahun 2022, Pemerintah melanjutkan relaksasi atas Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) bagi kendaraan bermotor melalui pemberian insentif pengurangan PPnBM 100% bagi pembelian KBM-R4 dengan segmen harga jual (on the road price) <200 juta (LCGC) mulai Q1-2022, dan akan berlanjut hingga Q4 dengan pengurangan PPnBM secara proporsional.

Selain itu, melirik peluang yang besar pada Electric Vehicle (EV) serta guna mendukung agenda Conference of Parties tentang Perubahan Iklim (COP21), Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL BB)/BEV Untuk Transportasi Jalan. Kemudian, Pemerintah juga melakukan percepatan pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan dan pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik/KBL-BB.

Guna mendukung kebijakan pengembangan KBL-BB tersebut, Pemerintah juga telah menetapkan kebijakan yang mengatur mengenai pengenaan tarif PPnBM berdasarkan tingkat emisi karbon kendaraan bermotor.

Disamping berbagai kebijakan tersebut, Pemerintah turut mendorong PT PLN untuk berkomitmen menambah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bagi masyarakat serta memberikan insentif harga khusus dan diskon tarif untuk mempermudah home charging sehingga dapat mendorong utilitas dan penjualan KBL-BB.

Baca Juga :  Kemenko Perekonomian Apresiasi Peran Agen Perubahan dalam Mengakselerasi Reformasi Birokrasi, Inovasi, dan Good Governance

Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa penggunaan EV dalam penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia sebagai bukti komitmen Presidensi Indonesia dalam menjadi lead by example untuk isu transisi energi, lingkungan, dan perubahan iklim. Dengan berbagai kebijakan yang telah diberikan tersebut, Menko Airlangga berharap agar utilitas EV dapat meningkat di kalangan masyarakat sehingga mampu memperkuat industri otomotif dalam negeri.

“Dengan fasilitas Pemerintah, Pemerintah berharap EV dapat dijual di dalam negeri dengan harga yang kompetitif dan tentu bisa mendorong produksi EV di Indonesia,” tutup Menko Airlangga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPR RI, Menteri Perindustrian, Duta Besar United Arab Emirates, Wakil Duta Besar Jepang, Wakil Duta Besar Korea, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bupati Tangerang, Staf Ahli Kementeriaan Koordinator Bidang Perekonomian, Staf Ahli Kementerian Perindustrian, Ketua Umum Gaikindo, serta Ketua Penyelenggara Pameran GIIAS 2022. (Red/dft/fsr)

Share :

Baca Juga

Nasional

Bertolak ke Bandung, Wapres Akan Resmikan Digitalisasi Pertanian dan Tinjau BLK Lembang

Jawa Tengah

Kunjungi Pasar Legi, Presiden: Secara Umum Harga Turun

Nasional

Abdul Kharis Kutuk Serangan Israel ke Masjid al-Aqsa

Jawa Tengah

Presiden Jokowi: Salat Id dan Mudik Berjalan Lancar

Jakarta

Presiden Jokowi Buka Munas-Konbes NU 2023

Jakarta

Enam Dubes Negara Sahabat Ingin Majukan Kerja Sama dengan Indonesia

Jakarta

Kemitraan Perubahan Iklim Indonesia dan Australia Dorong Peningkatan Investasi Energi Bersih Baru

Jakarta

Vaksin ‘Booster’ Jadi Syarat Mudik Dinilai Tak Adil