Home / Lambar

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:17 WIB

PHC Ubah Wajah Perkebunan Kopi Lampung, Gubernur Mirza Dorong Produktivitas Kopi Meningkat

Lampung Barat, buanaangkasa.com —

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal terus mendorong transformasi sektor perkebunan melalui penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kopi.

Salah satu langkah tersebut ditunjukkan saat Gubernur meninjau Kebun Induk Hanakau milik UPTD Balai Benih dan Kebun Induk (BBKI) Dinas Perkebunan Provinsi Lampung di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (9/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin beserta jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Rombongan berkeliling melihat langsung kebun kopi yang menjadi pusat percontohan, penelitian, sekaligus pengembangan benih kopi unggul di Provinsi Lampung.

Kebun Induk Hanakau menjadi salah satu sentra pengembangan kopi yang menerapkan berbagai metode budidaya modern dan teknik perawatan tanaman untuk meningkatkan produktivitas maupun kualitas hasil panen.

Di lokasi tersebut dikembangkan dua jenis kopi utama, yakni robusta dan arabika. Untuk kopi robusta, tersedia sejumlah klon unggul nasional seperti BP 939, BP 936, BP 534, dan BP 436 sebagai sumber benih berkualitas. Selain itu, kebun ini juga mengembangkan klon lokal potensial seperti Kopi Bagio, Turun Ujung, Bodong, dan Tugu Sari yang dipersiapkan menjadi varietas unggul bersertifikat. Sementara sekitar 200 batang kopi arabika ditanam sebagai uji adaptasi di kawasan dataran tinggi Sukau.

Baca Juga :  Sudutkan Kerja Jurnalis Saat Jadi Pemateri Bersama Kominfo dan Para Peratin, Ketua FPII Lambar Menilai Dr Fatul Mu'in Tak Paham Aturan

Dalam dialog bersama para petani, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memperkenalkan inovasi Pupuk Hayati Cair (PHC) yang kini mulai diterapkan di Kebun Induk Hanakau. PHC merupakan pupuk organik berbasis mikroorganisme lokal yang diproduksi dari bahan-bahan ramah lingkungan, seperti limbah kelapa, limbah kedelai, dan air cucian beras.

Menurut Gubernur, penggunaan PHC mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman secara signifikan, membuat daun lebih hijau, mempercepat pembungaan, memperbesar ukuran buah, serta memperbaiki kesuburan tanah sehingga ketergantungan terhadap pupuk kimia dapat dikurangi.

Sebagai bentuk dukungan kepada petani, Gubernur juga menyerahkan sampel PHC dalam kemasan botol agar dapat langsung diuji coba pada lahan masing-masing.

Penerapan PHC di Kebun Induk Hanakau telah dimulai sejak 2025 pada lahan percontohan seluas dua hektare. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tanaman yang tidak menggunakan PHC.

Salah satu capaian yang paling menonjol adalah percepatan masa produksi tanaman kopi. Bibit yang umumnya baru mulai berbuah dan dipanen setelah tiga tahun, kini mampu menghasilkan buah pada usia 1,5 hingga dua tahun.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Didampingi Sejumlah Menteri dan Pj. Gubernur Lampung Kunjungan ke RSUD Alimuddin Umar, Lampung Barat

“Buah kopi terlihat lebih besar, kualitasnya lebih baik, serta pertumbuhan tanaman lebih optimal,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Gubernur menegaskan bahwa inovasi pertanian seperti PHC menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat daya saing sektor perkebunan sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan teknologi yang murah, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur terhadap pengembangan komoditas kopi di Lampung Barat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur Lampung yang telah hadir langsung di Kebun Induk Hanakau untuk melihat potensi kopi Lampung Barat,” ujarnya.

Menurut Mad Hasnurin, kehadiran Gubernur menjadi motivasi bagi para petani sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi melalui inovasi Pupuk Hayati Cair.

“Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan sehingga kesejahteraan petani kopi semakin meningkat dan kopi Lampung Barat semakin berdaya saing,” pungkasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share :

Baca Juga

Lambar

Pj. Gubernur Lampung Tinjau Ketersediaan Beras di Gudang Bulog Liwa, Pastikan Stok Aman hingga Akhir 2024

Lambar

Pemprov Lampung Perkuat Fondasi Ekonomi Desa Lewat Inovasi Pertanian dan Pemberdayaan Petani

Daerah

Bupati Lampung Barat Berikan Santunan Kepada Anak Yatim di Pekon Tembelang

Lambar

Pj. Gubernur Lampung Serahkan Bantuan Sosial dan Apresiasi Penurunan Angka Stunting di Lampung Barat

Daerah

Presiden Joko Widodo Didampingi Sejumlah Menteri dan Pj. Gubernur Lampung Kunjungan ke RSUD Alimuddin Umar, Lampung Barat

Lambar

Pemprov Lampung Dorong Pembangunan Infrastruktur, Perkuat Lumbung Pangan Lampung Barat

Daerah

Pj. Bupati Nukman Meresmikan Gedung Perpustakaan Daerah Senilai 10 Miliar

Daerah

Pj. Gubernur Lampung Tekankan Netralitas ASN dalam Kunjungan Kerja ke Lampung Barat