Home / Nasional

Sabtu, 12 November 2022 - 21:33 WIB

Dorong Pembangunan Ekonomi Kawasan yang Lebih Resilien dan Hijau, Presiden Joko Widodo Bahas Ekosistem Kendaraan Listrik dalam KTT ASEAN-Jepang ke-25

Buanaangkasa.com–Memasuki tahun emas kemitraan ASEAN dan Jepang yang akan diperingati tahun depan, Presiden Joko Widodo membahas pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang akan mendukung ekonomi kawasan yang lebih resilien dan hijau. Upaya ini juga akan mempertebal kontribusi kawasan Indo-Pasifik sebagai epicentrum of growth sekaligus upaya global mengatasi perubahan iklim.

Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Jepang ke-25 di Phnom Penh, Kamboja, pada Sabtu (12/11). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut.

“Tahun depan, kita akan peringat 50 tahun kemitraan ASEAN dan Jepang.  Momentum emas ini harus kita manfaatkan untuk membangun ekonomi kawasan yang lebih resilien dan hijau,” ucap Presiden Joko Widodo dalam KTT yang dihadiri pemimpin ASEAN dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida tersebut.

Baca Juga :  Kunjungi Pura Tirta Empul, Presiden Dorong Pemeliharaan Aset Kebudayaan Negara

Ke depan, kemitraan ASEAN-Jepang diharapkan menjadi moda dalam mengatasi krisis multidimensi yang dikenal dengan istilah The Perfect Storm. Pemulihan ekonomi tetap akan menjadi prioritas utama kerja sama, namun stabilitas kawasan juga tetap dijaga dan menghindari konflik terbuka.

Jepang dengan kebijakan Green Growth memiliki kapasitas besar dalam infrastruktur dan industri hijau serta didukung melalui inovasi teknologi di 14 sektor industri.  “Salah satu sektor potensial yang dapat dikembangkan adalah pembangunan ekosistem kendaraan listrik,” lanjut Presiden Joko Widodo.

Terkait dengan hal tersebut, kawasan ASEAN memiliki potensi yang sangat besar dengan estimasi pasar yakni mencapai USD2.7 miliar di tahun 2027. Jepang diharapkan dapat menjadi mitra utama ASEAN melalui alih teknologi dan investasi. “Saya mengundang Jepang untuk meningkatkan investasi, terutama dalam manufaktur mobil listrik dan produksi baterai,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Baca Juga :  Kemendagri Dorong Percepatan Realisasi APBD, Penanganan Inflasi dan Peningkatan Kapasitas Pengeloaan Keuangan Daerah di Kabupaten Raja Ampat

Sebagai pemilik 23% cadangan nikel dunia, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia tengah mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik dari hulu sampai ke hilir dengan target produksi mobil listrik mencapai 600 ribu unit dan 2,45 juta sepeda motor listrik per tahun di 2030 dengan pengurangan total emisi karbondioksida 3,8 juta ton.

“Kami juga telah menetapkan peta jalan pengembangan industri kendaraan berbasis baterai. Upaya ini akan mempertebal kontribusi kawasan Indo-Pasifik sebagai epicentrum of growth dan di saat yang sama pada upaya global atasi iklim,” jelas Presiden Joko Widodo.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT ASEAN-Jepang ke-25 yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (dep7/dlt/fsr/hls)

***

Share :

Baca Juga

Jakarta

Presiden Jokowi Anugerahkan Tanda Kehormatan Bagi 18 Tokoh

Nasional

Menkominfo Beri Penghargaan 9 Pejuang Telekomunikasi

Jawa Barat

Presiden Jokowi Sambut PM Jepang Fumio Kishida di Istana Bogor

Jakarta

Pemerintah Terus Siapkan Antisipasi Perkembangan Situasi Pandemi dengan Akselerasi Vaksinasi, Penyiapan Fasilitas Kesehatan, dan Perpanjangan PPKM

Nasional

Peringati HUT Ke-51 Korpri, Lembaga Kepresidenan Gelar Gerak Jalan Santai di TMII

Nasional

Komisi ||| DPR Inginkan Polda Kalsel Tekan Peredaran Narkoba

Jakarta

Komisi VIII Dukung Program 10 Juta Sertifikat Halal UMK Kemenag

Nasional

Kemenkes Terbitkan Edaran Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut