Home / Jakarta / Nasional

Selasa, 8 Maret 2022 - 16:01 WIB

Menko Airlangga: Listening to the World untuk Merangkul Inklusivitas dan Mewakili yang Belum Pernah Terdengar dan Kurang Terwakili

Buanaangkasa.com-Jakarta:

Untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia, tentu tidak terlepas dari hasil kontribusi seluruh komponen yang terlibat. Untuk itu, Presidensi G20 Indonesia selalu berkomitmen dalam mendukung dan menerima masukan, termasuk dari masing-masing kelompok masyarakat sipil atas tantangan yang di hadapi saat ini.

Dengan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia siap memimpin negara maju dan berkembang dalam menjadikan pemulihan global sebagai tujuan bersama.

Kick-off meeting ini memilih tagline yang tepat yaitu Listening to the World. Ketika anda mendengarkan dunia, anda akan merangkul inklusivitas. Maka anda mewakili yang belum pernah terdengar dan yang kurang terwakili,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam sambutannya yang disampaikan secara daring pada acara Civil 20 (C20) Kick Off Ceremomy and Meeting yang berlangsung di Bali, Senin (7/03).

Baca Juga :  Pengembangan UMKM Menjadi Necessary Condition untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Menko Airlangga menjelaskan, bahwa tanpa kolaborasi atau kerja sama, pemulihan ekonomi global tidak akan merata. Akses yang sama ke vaksin juga akan memakan biaya dan tanpa kerjasama tidak akan ada perdamaian, pembangunan, dan kemakmuran.

Adapun prioritas C20 didukung oleh tujuh kelompok kerja yakni akses vaksin dan kesehatan global, kemudian lingkungan, keadilan iklim, dan transisi energi. Selanjutnya SDGs dan kemanusiaan, pendidikan, digitalisasi, dan ruang sipil,  kesetaraan gender, anti korupsi, serta perpajakan dan keuangan berkelanjutan.

Pada dasarnya, prioritas C20 tersebut berkorelasi dengan agenda utama G20 Indonesia yakni dalam memperkuat arsitektur kesehatan global, mendorong transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi.

“Isu-isu ini tersebut tidak hanya penting bagi kita di Indonesia namun juga bagi masyarakat global, karena merupakan dasar bagi pemulihan pasca pandemi yang lebih kuat. Tentunya diharapkan solusi yang muncul dapat diimbangi dengan upaya untuk membawa hasil yang nyata sehingga masyarakat bisa mendapatkan keuntungan,” ucap Menko Airlangga.

Baca Juga :  Menko Airlangga : Ide-ide Segar, Inovasi, dan Terobosan Melalui Digitalisasi di Bidang Pemasaran agar Bisa Diaplikasikan di Masyarakat

Sebagai informasi, C20 merupakan engagement group yang lahir sebagai hasil Deklarasi G20 Seoul dua belas tahun yang lalu, ketika para pemimpin G20 memutuskan bahwa Pemerintah perlu terlibat dengan organisasi masyarakat sipil untuk mencapai pemulihan krisis keuangan global yang lebih kuat. Sejak saat itu, C20 senantiasa memasok ide dan solusi kepada G20.

“Kami berharap untuk memberikan tidak hanya hasil berupa narasi tetapi juga yang nyata dan konkret. Untuk itu, saya menyambut baik saran dari C20 bagaimana kita bisa mencoba memberikan pendekatan baru dalam mendukung pemulihan dunia di tengah situasi yang luar biasa ini,” pungkas Menko Airlangga. (Red)

Share :

Baca Juga

Jawa Timur

Saat Presiden dan Menhan Beli Blangkon Madura

Nasional

Betolak ke Jateng, Presiden Akan Tinjau Infrastruktur Pariwisata di Borobudur

Jawa Tengah

Pimpin Rakor di Semarang, Menko PMK Tekankan Empat Hal Hadapi Arus Mudik

Jakarta

UN Global Compact Leaders Summit 2022: Menko Airlangga Gaungkan Kolaborasi Upaya Global Untuk Atasi Tantangan Lingkungan, Iklim, dan Pengurangan Kemiskinan

Jawa Tengah

Presiden Cek Ketersediaan Minyak Goreng di Sejumlah Lokasi di Yogyakarta

Nasional

Diproyeksi Mampu Menjadi Pusat Ekonomi Baru Provinsi Jawa Timur, KEK Gresik Resmi Dioperasikan

Jawa Barat

Launching Skema Baru KUR Bagi PMI, Menko Airlangga Sebut Pekerja Migran Indonesia Sebagai Pahlawan

Jawa Tengah

Panen Raya, Presiden Minta Bulog Serap Gabah Petani Sebanyaknya