Home / Jakarta / Nasional

Minggu, 20 Maret 2022 - 07:01 WIB

Menko Airlangga: Program Link and Match Pelatihan Vokasi dan DUDI untuk Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing SDM

Buanaangkasa.com-Jakarta:

Isu ketenagakerjaan selalu menjadi salah satu bagian penting dalam kemajuan perekonomian sebuah negara. Ketenagakerjaan di Indonesia menjadi bagian integral dari upaya pencapaian tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yaitu memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan keadilan sosial.

Menjadi tantangan tersendiri khususnya dalam mempengaruhi tingkat produktivitas di sektor ketenagakerjaan, sejak terjadinya pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir ini. Namun demikian, Pemerintah terus berusaha keras agar dapat mengatasi akibat pandemi Covid-19, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Termasuk dalam mempertahankan lapangan kerja yang sudah ada sekarang maupun membuka lapangan kerja baru.

Sebagaimana diketahui, sasaran prioritas pembangunan nasional untuk periode 2019-2024 salah satunya adalah dengan menitikberatkan pada peningkatan investasi. Dalam konteks ketenagakerjaan, paling tidak ada lima alasan mengapa peran investasi sangat penting, yakni untuk membuka lapangan kerja, memperbesar peluang alih teknologi dan pengetahuan, memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), mendorong peningkatan produktivitas, dan memberi sumbangan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Perbaikan produktivitas tenaga kerja hanya dapat dilakukan dengan dukungan kualitas SDM yang mumpuni. Kualitas SDM mumpuni akan memperbaiki tingkat produktivitas, dan tentunya akan menjadi pertimbangan utama investor dalam dan luar negeri ketika akan menanamkan modalnya di Indonesia,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang hadir mewakili Presiden RI Joko Widodo, dalam acara “Kick-OffPelatihan Vokasi Tahun 2022”, secara virtual, Sabtu (19/03).

Baca Juga :  Dukung UMKM Naik Kelas, Pemerintah Dorong Transformasi Ekonomi Berbasis Digital dan Tingkatkan Dukungan Pembiayaan

Terjadinya pandemi Covid-19 juga mengakibatkan akselerasi sektor digital dan mempercepat terwujudnya revolusi industri 4.0. Pasca pandemi dan ke depannya, dunia kerja membutuhkan fleksibilitas, peningkatan kompetensi untuk menghadapi the future of goods yang tidak terbatas terhadap ruang maupun waktu, serta adanya keseimbangan kerja dan hidup (work-life balance).

“Semua tenaga kerja harus bersiap dan terbiasa menghadapi pola pengembangan diri sepanjang hayat. Artinya pelatihan vokasi untuk re-skilling dan up-skilling adalah bagian dari lifelong learning sebagai upaya work-life balance,” tutur Menko Airlangga.

Pelatihan vokasi, ujar Menko Airlangga, menjadi solusi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil, dan insan pelatihan vokasi akan memegang peranan penting untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Dalam menyiapkan tenaga kerja menghadapi berbagai tantangan ke depan, Kementerian Ketenagakerjaan sebagai koordinator pembinaan pelatihan vokasi harus terus bersama-sama seluruh unsur Pemerintah Pusat dan Daerah, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), serta masyarakat untuk tetap selalu adaptif dan inovatif terhadap perubahan, terutama dalam pengembangan kompetensi digital.

Baca Juga :  Buka Muktamar Sufi Internasional, Presiden Tekankan Pentingnya Toleransi Dalam Keberagaman

“Juga harus disadari pentingnya aspek K3 dan protokol kesehatan dalam bekerja atau berlatih, khususnya pada era pandemi dan pasca pandemi Covid-19 yang menekankan higienitas dalam bekerja. Tak lupa, juga harus mengintegrasikan antara jaminan sosial tenaga kerja dan pelayanan informasi pasar kerja agar mampu melindungi tenaga kerja saat krisis,” ucap Menko Airlangga.

Menko Airlangga berharap kepada Kementerian Ketenagakerjaan dan semua stakeholdersterkait lainnya untuk terus mengembangkan Pelatihan Vokasi di seluruh Indonesia, baik melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah, maupun pusat pelatihan yang diadakan pihak swasta tertentu.

“Ada insentif pajak sampai 200% dari investasi yang dilakukan bagi perusahaan atau industri yang mendukung pelatihan vokasi. Saya berharap program link and match dengan pola ini dapat terus didorong dan direalisasikan, karena bagi dunia industri artinya ini dilakukan sesuai kebutuhan. Biaya ditalangi oleh industri dan dibayar Pemerintah sampai 2 kali lipatnya, atau bisa dibilang mendapatkan insentifnya 100%,” jelas Menko Airlangga.

Menutup sambutannya, Menko Airlangga berharap dengan dibukanya Pelatihan Vokasi Tahun 2022, Indonesia akan lebih siap dan sinergis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing SDM dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan dan ketidakpastian. (red)

Share :

Baca Juga

Nasional

Tarif PPN Jadi 11 Persen Per 1 April 2022, Menkeu: Indonesia Tidak Berlebih-lebihan

Jakarta

Kendalikan Omicron, Pemerintah Perpanjang PPKM, Gencarkan Vaksinasi Dosis-2 dan Booster, serta Dorong Penerapan Prokes

Nasional

Bertemu Para CEO AS, Presiden Jokowi Harapkan Kerja Sama Konkret

Nasional

Pertemuan Menko Airlangga – CEO Qualcomm: Perluas Peluang Investasi Bidang Digital

Nasional

Presiden Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Presiden AS Joe Biden

Nasional

Presiden Jokowi Tegaskan Komitmen Indonesia Bangun Industri Kimia dan Energi

Jakarta

Menko Airlangga: Posisi Strategis T20 dapat Mendorong Aspek Inklusivitas untuk Membuat Rekomendasi Kebijakan Pemecahan Masalah Global

Nasional

Presiden Jokowi Hormati Keputusan FIFA Terkait Piala Dunia U-20