Home / Nasional

Rabu, 25 Mei 2022 - 17:57 WIB

WEF Annual Meeting 2022 : Menko Airlangga Jelaskan Langkah Konkret Indonesia Wujudkan Proses Transisi Energi yang Adil dan Terjangkau

Buanaangkasa.com–Indonesia berkomitmen mengurangi penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap demi keamanan iklim di masa depan. Komitmen tersebut terwujud dalam berbagai langkah konkret dan inovatif di antaranya, platform SDG Indonesia One yang telah mencapai USD3,2 miliar dalam waktu kurang dari 4 tahun, penerbitan Sukuk Hijau, dan rencana mekanisme penerapan carbon pricing untuk mobilisasi peralihan energi di sektor swasta.

Selain itu, ada juga program Energy Transition Mechanism (ETM) dengan Asian Development Bank, dan secara kolektif mengurangi emisi gas CO2 sebesar 200 juta ton per tahun secara bersama dengan Filipina dan Vietnam. Langkah-langkah tersebut dijelaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika menjadi panelis pada sesi workshop bertema “Financing a Just Transition in Emerging Markets” dalam rangkaian pertemuan World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 di Davos, Swiss, Selasa (24/05).

Baca Juga :  Pemerintah Kirim 3 Ton Bantuan Obat dan Alat Kesehatan Untuk Sri Lanka

Workshop tersebut mengupas tentang best practices yang dapat diimplementasikan oleh Pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat untuk meningkatkan pembiayaan dalam mewujudkan transisi energi yang adil dan terjangkau, khususnya di negara berkembang.

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa Indonesia mengambil bagian dalam mencapai phase down batu bara. Untuk itu, Menko Airlangga kembali mengingatkan tugas penting generasi ini untuk mewariskan planet yang layak huni bagi generasi mendatang. Perlu dilakukan transformasi pada gaya hidup manusia, terutama di sektor energi yang mewakili 72% dari total emisi global.

Tidak hanya berfokus dengan proses transisi energi, Menko Airlangga menegaskan bahwa Pemerintah juga memikirkan lapangan pekerjaan di sektor pertambangan batu bara yang akan terdampak dari transisi energi yang dilakukan.

“Untuk mengatasi dilema ini, kita harus menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan, serta berinvestasi dalam pelatihan dan reskilling pekerja. Hanya dengan begitu, transisi energi ini dapat disebut adil,” kata Menko Airlangga.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Kembali Tekankan Netralitas Aparat pada Pemilu 2024

Transisi energi yang adil dan terjangkau menuju ekonomi hijau dapat menghasilkan hingga USD26 triliun dalam net benefits dan 65 juta pekerjaan bernilai tinggi pada tahun 2030. Namun dibutuhkan biaya besar untuk mencapainya. Misalnya, dibutuhkan sekitar USD25 miliar untuk menurunkan 5,5 gigawatt pembangkit listrik tenaga batu bara di Indonesia secara bertahap atau setara dengan seperempat dari pendanaan iklim tahunan yang dijanjikan oleh negara maju kepada negara berkembang.

Menanggapi hal ini, Menko Airlangga menegaskan pentingnya negara-negara maju untk memenuhi komitmen dalam penyediaan dana guna mendukung transisi energi global setiap tahunnya. (Red/dep7/ltg/fsr)

Share :

Baca Juga

Jawa Tengah

Pertemuan Sherpa G20 ke-3 Siap Digelar di Yogyakarta

Jakarta

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas Persiapan ASEAN Para Games 2022

Nasional

Presiden Jokowi Berikan Bonus Kepada Timnas Sepak Bola U-16

Nasional

Kapolri: Ada 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Percontohan Minyak Makan Merah Pertama di Indonesia

Jawa Tengah

Menko Airlangga Salurkan Langsung BT-PKLWN di Sleman dan Apresiasi Penyaluran yang Tepat Sasaran

Nasional

Temui Chairman of the Board of Directors AMTD Group, Menko Airlangga Dorong Investasi di Sektor Keuangan dan Sektor Riil

Jakarta

Tarik Minat Investor, Pemerintah Tingkatkan Daya Saing Komoditas Ekspor