Home / Nasional

Kamis, 26 Mei 2022 - 17:39 WIB

Menko Airlangga: Peningkatan Ketahanan Kesehatan Global Dapat Dicapai Melalui Teknologi, SDM, dan Pembiayaan yang Memadai

Buanaangkasa.com–Dalam tingkatan global, sebanyak 5,16 miliar orang atau sekitar 67% populasi dunia telah menerima dosis vaksin Covid-19. Meskipun demikian, pelaksanaan vaksinasi belum merata di seluruh dunia karena masih ada negara-negara yang belum mendapatkan akses vaksin dengan mudah.

Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali menegaskan bahwa berbagai upaya untuk pemerataan vaksin secara global perlu terus dilakukan. Hal tersebut disampaikan dalam workshop bertema “Equitable Global Vaccine Manufacturing” di World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 di Davos, Swiss, Rabu (25/05). Menko Airlangga juga menyampaikan pentingnya peningkatan ketahanan kesehatan global yang dapat dicapai dengan teknologi, sumber daya manusia, dan pembiayaan yang memadai.

Baca Juga :  Wapres: Tata Kelola Air Bersih dan Sanitasi Kunci Penentu Kualitas Kesehatan

Di bidang teknologi, Menko Airlangga menekankan adanya kebutuhan mendesak untuk mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara sektor publik dan swasta untuk melipatgandakan investasi dalam R&D vaksin dan pusat manufaktur vaksin. Pengembangan vaksin juga harus mempertimbangkan karakteristik khusus suatu negara. Misalnya, vaksin berbasis mRNA akan lebih murah jika diproduksi di negara dengan bahan baku yang melimpah dan mudah didapat, seperti Indonesia.

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga berbicara mengenai pentingnya SDM kesehatan dunia. Bagi negara maju, penurunan pertumbuhan penduduk dan fenomena silver economy telah mempersulit regenerasi talenta di bidang kesehatan. Untuk negara berkembang, tantangannya berkisar pada biaya tinggi untuk sekolah kedokteran, distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata (seperti yang ada di daerah terpencil), dan kurangnya pelatihan berbasis kompetensi.

Baca Juga :  Perkuat Talenta Digital Indonesia, Kementerian Kominfo Sediakan 200 Beasiswa S2 Dalam dan Luar Negeri

Terakhir, Menko Airlangga menggarisbawahi tentang persoalan pembiayaan yang menjadi inti dari setiap inovasi dan kebijakan. Karena biaya perawatan kesehatan secara global terus meningkat, maka semua pemangku kepentingan harus didorong untuk menerapkan pembagian biaya dan perbedaan biaya.

“Kita juga perlu bersiap menghadapi pandemi di masa depan. Oleh karena itu, melalui Joint Finance and Health Task Force, G20 sepakat untuk tidak mengabaikan kesenjangan pembiayaan dalam kesiapsiagaan dan respons pandemi (pandemic preparedness and response) dan menjajaki pembentukan mekanisme pembiayaan baru,” pungkas Menko Airlangga. (Red/dep7/ltg/fsr).

Share :

Baca Juga

Jakarta

Presiden Jokowi Minta Jajarannya Stabilkan Harga Beras

Jawa Barat

Serahkan Bansos di Pasar Kanoman, Presiden: Pandemi Membaik, Ekonomi Bangkit

Jakarta

Menko Airlangga: Penguatan Koordinasi Sangat Penting untuk Memetakan dan Menavigasi Berbagai Risiko dan Peluang

Nasional

Presiden Jokowi Bahas Situasi Ukraina dengan Presiden Macron

Jakarta

Menko Airlangga: Posisi Strategis T20 dapat Mendorong Aspek Inklusivitas untuk Membuat Rekomendasi Kebijakan Pemecahan Masalah Global

Jawa Barat

Menhub: KA Bogor – Sukabumi Beroperasi Kembali Akhir Pekan Ini

Nasional

Bank Indonesia Sambungkan QRIS dengan Negara ASEAN

Nasional

Singgah di Abu Dhabi, Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Sheikh Khalifa