Home / Jakarta / Nasional

Sabtu, 18 Juni 2022 - 20:06 WIB

Akselerasi Pemulihan dan Pembangunan Ekonomi Kawasan, BIMP EAGA Lakukan Kerja Sama dengan Republik Korea

Buanaangkasa.com-Jakarta:

Kerja Sub-Kawasan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) mempunyai peran strategis dalam mengakselerasi pemulihan dan pembangunan ekonomi kawasan perbatasan.

Pada Pertemuan Virtual Kedua yang dilakukan antara delegasi BIMP-EAGA dengan Republic of Korea Senior Officials Meeting (SOM), Jumat (17/06), dibahas mengenai komitmen Pemerintah Korea untuk mendukung pembangunan kawasan dalam bentuk hibah pendanaan sebesar US$4 juta melalui mekanisme BIMP-EAGA and Republic of Korea Cooperation Fund (BKCF).

Dana hibah tersebut digunakan untuk pendanaan proyek-proyek penelitian, program padat karya dan pembangunan kapasitas. Peran BKCF telah mendapat respon positif dari masyarakat di kawasan, yang tercermin dari jumlah proposal hibah yang masuk. Untuk pendanaan termin pertama sebesar US$1 juta, telah diterima 67 proposal dari seluruh negara anggota BIMP-EAGA.

Baca Juga :  Dunia Usaha di Indonesia Masih Solid dan Terus Berkembang di Tengah Tantangan dan Dinamika Global

Dalam pertemuan tersebut, delegasi RI dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi. Selain itu, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Deputy Director General (Policy) Malaysia Zunika Binti Mohamed, Executive Director Mindanao Development Authority Filipina Janet Lopoz, Senior Special Duties Officer, Trade Division Brunei Darussalam Norhayati Haji Ismail, dan Director General for ASEAN and Southeast Asian Affairs Republic of Korea Eui-Hae Cecilia Chung.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Korea seraya mengharapkan dukungan tersebut dapat terus ditingkatkan serta diperluas untuk pengembangan industri electrical vehicle (EV), peningkatan lalu lintas logistik, peningkatan aktivitas ekonomi, serta pembangunan industri padat karya di subkawasan,” tutur Deputi Edi.

Lebih lanjut, Deputi Edi juga menyampaikan bahwa proyek BKCF perlu memperhatikan dan berkontribusi terhadap Visi BIMP-EAGA dan ASEAN 2025. Dalam hal ini, seluruh pemangku kepentingan dapat berpartisipasi dan bersikap proaktif memanfaatkan BKCF. Pada bidang area prioritas kerja sama juga penting diperhatikan pengembangan sektor energi, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan

Baca Juga :  Satgas COVID-19 Terbitkan Ketentuan Terbaru Perjalanan Orang Dalam Negeri di Masa Pandemi

Pada akhir pertemuan, para Pejabat Tinggi masing-masing negara tersebut mendukung pendanaan termin kedua sebesar US$3 juta. Pertemuan juga menyepakati pentingnya transparansi dan akuntabilitas penyaluran dana dalam setiap proyek yang telah disetujui.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Edi sekaligus mengundang para Pejabat Tinggi BIMP-EAGA dan Republic of Korea untuk hadir pada rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri BIMP-EAGA yang akan diselenggarakan pada November 2022 mendatang di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. (Red/dep7/rep/fsr)

Share :

Baca Juga

Jawa Tengah

Konsisten Beritakan Presidensi G20 Indonesia, Kemenko Perekonomian Raih Predikat Terbaik Kategori Media Audio Visual Pada Anugerah Media Humas 2022

Jakarta

Presiden Jokowi Tegaskan Biaya Haji Tahun 2023 Masih Dikaji

Nasional

Pertemuan Bupati Meranti di Kemendagri dengan Kemenkeu, Kementerian ESDM, dan Gubernur Riau Capai Kesepakatan

Nasional

Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Qatar, Menko Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

Jawa Timur

Presiden Serap Tiga Aspirasi Nelayan di Gresik

Jawa Tengah

Soal Presiden Tiga Periode, Presiden Jokowi: Kita Harus Taat Konstitusi

Jakarta

Jazilul Fawaid: Usul Penundaan Pemilu Bukan Barang Haram

Jakarta

Upaya Pemulihan Sektor Pariwisata Didukung Program Penguatan Digital