Home / Jakarta / Nasional

Rabu, 12 Oktober 2022 - 21:24 WIB

Bersilaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia, Menko Airlangga Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terkini

Buanaangkasa.com-Jakarta:

Dunia saat ini tengah dihadapkan pada lintasan badai sempurna atau The Perfect Storm yang terjadi akibat Covid-19, Conflict, Climate Change, Commodity Prices, dan Cost of Living. Dalam menghadapi tantangan dan ketidakpastian global yang semakin kompleks tersebut, sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak yang terkait menjadi hal yang sangat diperlukan.

Hal tersebut terungkap dalam silaturahmi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Selasa (11/10).

Selain menjelaskan kondisi terkini dari perekonomian Indonesia, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sedang memimpin Presidensi G20 dengan berkonsentrasi pada penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi. Selain itu, food security juga menjadi perhatian utama dalam perhelatan berskala global tersebut.

Baca Juga :  DPR Akan Panggil Paksa Mendag untuk Jelaskan Kelangkaan Minyak Goreng

Terkait dengan ketahanan pangan, Pemerintah juga terus melakukan upaya untuk meningkatkan produksi dan juga diversifikasi pangan melalui pengembangan food estate untuk jangka menengah.

“Indonesia saat ini surplus pupuk. Kita juga ekspor sekitar 2 juta ton urea setiap tahun. Kondisi untuk beras relatif lebih aman. Kita memproduksi beras 1 tahun 31 juta ton dan 3 tahun kita sudah swasembada. Untuk gandum kita tergantung impor,” ungkap Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga mengungkapkan bahwa inflasi Indonesia yang relatif terjaga di 5,9% menjadikan Indonesia termasuk 5 negara dengan inflasi terendah di dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat di atas 5% dan berada di peringkat 2 diantara negara-negara anggota G20.

Lebih lanjut, Pemerintah juga terus meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sekaligus mengembangkan industri halal dengan memanfaatkan digitalisasi. Hal tersebut dilakukan untuk memanfaatkan potensi besar UMKM Indonesia yang diprediksi menjadi UMKM terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025.

Baca Juga :  Wujudkan Digital Bridge ke Mancanegara, Pemerintah Dorong Peningkatan Investasi Pengembangan Data Center di KEK Nongsa

“Pemerintah juga sadar bahwa UMKM itu penting. Makanya dalam perkembangan perekonomian saat pandemi Covid-19, usaha super mikro itu diberikan plafon sampai dengan Rp10 juta,” ujar Menko Airlangga.

Pemberdayaan UMKM halal melalui pemanfaatan teknologi digital akan menjadi kekuatan besar yang berdampak siginifikan bagi peningkatan perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Menko Airlangga turut mendorong peran serta MUI khususnya dalam upaya meningkatkan pertumbuhan UMKM. Salah satunya melalui kemudahan sertifikasi halal.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Majelis Ulama Indonesia, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia, dan sejumlah pengurus Majelis Ulama Indonesia. (Red/dlt/fsr)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Menko Airlangga: Dukungan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Sangat Penting Guna Ciptakan Lapangan Pekerjaan yang Lebih Banyak dan Inklusif

Nasional

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI Menerima Audiensi Anggota Ombudsman RI

Nasional

Semangat Akselerasi Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Diharapkan Menyebar Kepada Seluruh Pihak, Termasuk di Kalangan Akademisi

Jakarta

Realisasi Program PEN Capai Rp70,37 Triliun Hingga 28 April 2022

Jakarta

Pimpin Rakor TPPS, Wapres Minta Komitmen K/L Percepat Penurunan Stunting

Nasional

Bahlil: Realisasi Investasi Triwulan I/2022 Rp282,4 Triliun

Nasional

Presiden Jokowi Akan Hadiri Pertemuan dengan Kongres AS hingga Presiden Biden

Nasional

Kemendagri Sampaikan Solusi dan Strategi Percepatan Realisasi APBD