Home / Bandar Lampung

Kamis, 11 Desember 2025 - 22:08 WIB

BPBD Lampung Peringatkan Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem

Bandar Lampung, buanaangkasa.com

Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat fenomena hidrometeorologi basah. Periode cuaca ekstrem ini diprediksi akan terus berlangsung hingga Februari 2026 dengan intensitas curah hujan yang tinggi.

​Hal tersebut disampaikan oleh Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, di sela-sela kegiatan pelepasan Relawan Lampung untuk Sumatra Bangkit ke Sumatra Barat, yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Lampung, Kamis (11/12/2025).

​Wahyu menjelaskan bahwa fase hidrometeorologi basah di Lampung telah dimulai sejak dasarian kedua Oktober, tepatnya 11 Oktober 2025. Kondisi ini membawa sejumlah potensi ancaman bencana yang harus diantisipasi oleh masyarakat.

​”Waspadai perubahan cuaca yang cepat. Terutama bagi masyarakat yang berada di pinggir pantai dan bantaran sungai. Potensi yang muncul ditandai dengan curah hujan tinggi, kemungkinan angin kencang, banjir rob di pesisir, serta banjir bandang,” ujar Wahyu.

Baca Juga :  Kolonel Inf Faisol Izuddin Karimi Membagikan Susu Serdadu Kepada Prajurit dan PNS Kodim 0410/KBL

​Berdasarkan pemetaan BPBD, ancaman hidrometeorologi ini merata di seluruh wilayah Provinsi Lampung. Namun, perhatian khusus diberikan pada wilayah yang dialiri sungai besar seperti Lampung Timur dan Lampung Selatan. Wahyu menekankan bahwa luapan sungai di hilir bisa terjadi akibat hujan deras di hulu, meskipun kondisi cuaca di hilir tampak kondusif.

​Sejumlah wilayah tercatat telah mengalami insiden kebencanaan awal, di antaranya Tulang Bawang Barat, Tanggamus, dan sebagian Lampung Selatan.

“Gejala-gejala ini harus meningkatkan kesiapsiagaan kita bahwa kita berada di sekitar zona bahaya,” tegasnya.

​Kenali Tanda Alam “Awan Kembang Kol”
​Selain memantau informasi resmi melalui kanal BMKG dan BPBD, Wahyu juga memberikan edukasi terkait tanda-tanda alam yang dapat diamati secara visual oleh masyarakat. Salah satu indikator kuat potensi angin kencang atau puting beliung adalah kemunculan awan berbentuk seperti kembang kol (Cumulonimbus).

Baca Juga :  Desa TAPIS Hadir di Tanggamus, PKK Provinsi Lampung Dorong Kesejahteraan dari Akar Desa

​”Jika melihat efek ‘kembang kol’ di langit, biasanya diiringi suara gemuruh dan langit abu-abu, masyarakat harus waspada. Itu potensi angin kencang dan puting beliung bisa menyambar, meskipun saat itu hujan belum turun deras,” jelas Wahyu.

​Sebagai langkah mitigasi, BPBD Provinsi Lampung mengimbau masyarakat untuk bergotong-royong memastikan saluran air berjalan normal, melakukan pemangkasan pohon yang berisiko tumbang, serta memperkuat bagian atap rumah untuk mengantisipasi angin kencang. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Pemerintah Provinsi Lampung Dorong Peningkatan Akses dan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Bandar Lampung

Gubernur Mirza Dorong Kreator Muda Sebagai Agen Pelestari Budaya Melalui Karya Seni

Bandar Lampung

Pj. Gubernur Samsudin Serahkan SK Perpanjangan Penjabat Bupati Lampung Barat

Bandar Lampung

Puan Sambut Baik Respons Positif Jokowi Soal RUU TPKS

Bandar Lampung

Dekranasda Provinsi Lampung Siap Gelar Pameran Kerajinan “Kriya Jemari” 2025

Bandar Lampung

Pj. Sekdaprov Lampung Hadiri HUT ke-25 Dharma Wanita, Penguatan Transformasi Organisasi Dharma Wanita Menuju Indonesia Emas 2045

Bandar Lampung

Dandim 0410/KBL Dampingi Pangdam II/Swj Tinjau Lokasi Muktamar NU Ke-34 di UIN Lampung

Bandar Lampung

Anggota Koramil 410-05/TKP Bersama Warga Kampung Pancasila Gotong Royong Bersihkan Lngkungan