Home / Jakarta / Nasional

Rabu, 16 Februari 2022 - 19:27 WIB

Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut pada Januari 2022, Prospek Kinerja Ekspor-Impor Indonesia Semakin Solid

Buanaangkasa.com-Jakarta:

Ekspor Indonesia pada Januari 2022 kembali mencatatkan performa impresif setelah menunjukkan pertumbuhan sebesar 25,31% (yoy), sehingga ekspor Januari 2022 menjadi sebesar US$19,16 miliar. Faktor utama yang menjaga kinerja positif ini adalah ekspor komoditas andalan Indonesia yang tetap solid ditengah tren kenaikan harga yang masih berlangsung di beberapa komoditas, terutama pada harga komoditas minyak kernel yang meningkat sebesar 17,96% (mtm), nikel meningkat sebesar 11,69% (mtm), dan aluminium meningkat sebesar 11,52% (mtm). Hilirisasi pada komoditas-komoditas tersebut juga menjadi determinan utama peningkatan nilai tambah ekspor Januari 2022.

Selain itu, kinerja positif ekspor juga sejalan dengan laporan IHS Markit yang menyebutkan bahwa pesanan barang ekspor Indonesia di Januari 2022 merupakan rekor kenaikan tertinggi jika dibandingkan dengan periode bulan Januari sejak survei dijalankan.

“Berbagai indikator termasuk laporan dari IHS Markit tersebut menjadi sinyal positif bagi output manufaktur. Terbukti, saat ini tercatat ekspor Industri pengolahan meningkat 31,16% yoy menjadi sebesar US$15,71 miliar. Ke depan, dengan prospek permintaan yang semakin bertumbuh, maka output perekonomian juga akan terus meningkat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca Juga :  Pengembangan UMKM Menjadi Necessary Condition untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Prospek penguatan output perekonomian juga ditunjukkan oleh level Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia yang terus berada pada level ekspansif. Tercatat pada Januari 2022, PMI Indonesia berada di level 53,7 atau melanjutkan level ekspansi selama lima bulan berturut-turut. Level PMI tersebut juga mengungguli beberapa negara ASEAN seperti Thailand (51,7), Filipina (50,0), dan Myanmar (48,5).

Sejalan dengan peningkatan ekspor, sisi impor Indonesia pada Januari 2022 juga meningkat menjadi sebesar US$18,23 miliar, yakni tumbuh sebesar 36,77% (yoy).

“Peningkatan impor Januari 2022 menunjukkan prospek akselerasi pemulihan ekonomi karena komponen utamanya berasal dari aktivitas produksi domestik yang terus menggeliat. Terbukti, impor bahan baku penolong dan barang modal tumbuh menguat, masing-masing dengan pertumbuhan sebesar 39,57% yoy dan 41,94% (yoy).

Di saat yang sama, kepercayaan masyarakat yang terus meningkat juga mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan demanddomestik sehingga impor barang konsumsi ikut terdorong naik sebesar 10,25% (yoy).

Kinerja positif pada ekspor dan impor juga dilanjutkan dengan kabar menggembirakan pada neraca perdagangan Indonesia yang masih melanjutkan tren surplus sejak Mei 2020 atau selama 21 bulan berturut-turut. Pada Januari 2022, Indonesia mengalami surplus sebesar US$0,93 miliar.

Baca Juga :  Presiden RI Jokowi Lantik Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju

Prospek neraca perdagangan ke depan dihadapkan pada berbagai resiko yang harus diwaspadai. Salah satunya yaitu dengan meningkatnya risiko geopolitik antara Rusia dan Ukraina, maka diperkirakan harga komoditas energi akan mengalami peningkatan.

Dari segi impor, kenaikan harga minyak mentah diperkirakan mendorong kenaikan impor migas. Namun, di sisi lain harga komoditas batubara juga akan naik sehingga ekspor Indonesia juga akan terdorong naik. Lebih lanjut, dengan masih tingginya harga minyak kelapa sawit yang merupakan salah komoditas ekspor utama, maka secara umum neraca perdagangan Indonesia diperkirakan akan tetap positif kedepannya.

“Kinerja positif pada perdagangan internasional Indonesia akan terus dipertahankan bahkan didiorong untuk ditingkatkan. Pemerintah akan mengerahkan berbagai strategi dan kebijakan guna mengoptimalkan performa neraca perdagangan yang sudah baik ini. Strategi utama Pemerintah akan tetap diselaraskan dengan pengendalian Covid-19 sehingga aktivitas ekonomi akan tetap tumbuh, di saat yang sama kerja sama ekonomi internasional akan terus digencarkan guna menciptakan diversifikasi negara tujuan ekspor. Terakhir, program hilirisasi akan menjadi kunci peningkatan nilai tambah ekspor,” pungkas Menko Airlangga. (Red)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Berikan Kuliah Umum di Universitas Trisakti, Menko Airlangga Sampaikan Pembangunan SDM, Digitalisasi UMKM, hingga Menjaga Semangat Reformasi

Nasional

Tekan Subsidi LPG, Pemerintah Tingkatkan Sambungan Jaringan Gas Rumah Tangga

Jakarta

Extra Effort Pengendalian Inflasi di Seluruh Daerah

Nasional

Indonesia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Arab Saudi

Jakarta

Akademisi dan Ilmuwan dalam Science 20 Didorong untuk Berkontribusi dalam Pemulihan Ekonomi yang Lebih Hijau dan Berkelanjutan

Nasional

Satgas COVID-19 Terbitkan Ketentuan Terbaru Perjalanan Orang Dalam Negeri di Masa Pandemi

Nasional

Kafilah Lampung Ikuti STQH Nasional XXVIII di Sulawesi Tenggara, Siap Tampilkan Hafiz dan Qari Terbaik

Jawa Barat

Presiden Jokowi Dorong Pembangunan Hunian Terintegrasi Transportasi Publik di Kota Besar