Home / Jakarta / Nasional

Selasa, 22 Maret 2022 - 18:07 WIB

Menko Airlangga : Krisis Mengajarkan Kita Membuka Peluang untuk Mengakselerasi Transformasi dan Reformasi

Buanaangkasa.com-Jakarta:

cccc“Dengan berbagai kondisi tantangan dan peluang yang ada, ekonomi Indonesia pada tahun 2022 diprediksi tumbuh di atas 5,2% (yoy). Berbeda dengan tren penurunan pemulihan ekonomi global, ekonomi Indonesia justru diharapkan lebih baik karena inflasi diperkirakan masih dalam rentang 3% ±1% (yoy),” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang disampaikan secara virtual dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook, Selasa (22/03).

“Krisis telah mengajarkan kita betapa pentingnya membangun ketahanan, baik ketahanan kesehatan maupun ekonomi, khususnya di sektor pangan dan sektor energi,” imbuh Menko Airlangga.

Lebih lanjut Menko Airlangga menjelaskan bahwa dari sisi kesehatan, Pemerintah terus berupaya membangun ketahanan kesehatan baik dalam hal infrastruktur, SDM, maupun industri kesehatan. Surveillance terus diperkuat guna mengantisipasi munculnya varian baru Covid-19. Sementara itu, komitmen investasi pada pembangunan sistem kesehatan juga tercermin dalam implementasi APBN 2022.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmikan Jalur Kereta Api Makassar-Parepare dan Depo Kereta Api Maros

“Pembangunan di sektor kesehatan memiliki multiplier effect yang tinggi terhadap ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Komitmen terhadap perbaikan sistem kesehatan akan meningkatkan kepercayaan dan kemampuan Indonesia dalam menghadapi risiko di masa mendatang,” tutur Menko Airlangga.

Selanjutnya, dari sisi ketahanan pangan Pemerintah berkomitmen meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan melalui berbagai strategi yaitu, implementasi Undang-Undang Cipta Kerja terkait penyederhanaan, percepatan, kepastian dalam perizinan, serta persertujan ekspor/impor; digitalisasi UMKM pertanian dan perikanan; pengembangan sistem logistik pangan bersinergi dengan BUMN; penguatan kerjasama antar daerah dalam pemenuhan pangan; pembentukan BUMN Pangan; dan peningkatan kompetensi SDM pertanian untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Di sektor energi, Menko Airlangga menerangkan bahwa krisis energi dunia yang terjadi saat ini menjadi peluang sekaligus mengafirmasi komitmen transisi dan investasi menuju energi baru terbarukan atau energi bersih. Peluang tersebut muncul karena Indonesia memiliki potensi green energy, yaitu tenaga surya, angin, air, dan geothermal, yang apabila dikembangkan dapat mendukung ketahanan energi berbasis pulau yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia.

Baca Juga :  Presiden Terima Majelis Rakyat Papua dan Papua Barat di Istana Bogor

“Krisis mengajarkan kita berbagai hal termasuk membuka peluang untuk mengakselerasi transformasi dan reformasi. Dan dengan kerjasama seluruh stakeholders, Indonesia terbukti mampu melewati dan beradaptasi dari krisis pandemi. Ke depan, kerjasama ini perlu terus ditingkatkan sehingga Indonesia tidak hanya berhasil melewati krisis, namun juga memanfaatkan peluang-peluang yang ada untuk mencapai tujuan ekonomi dan pembangunan perekonomian ke depan,” pungkas Menko Airlangga. (Red)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Gaungkan DEWG G20, Kominfo dan Industry Task Force Kolaborasi Jangkau Masyarakat

Jakarta

BKSAP: Indonesia Konsisten Dukung Kemerdekaan Palestina

Nasional

Akselerasi Persiapan Keketuaan ASEAN 2023, Setkab Gelar DKT Dengan Kementerian/Lembaga

Jakarta

Pemerintah Kembangkan Desa Ekspor untuk Tingkatkan Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Desa

Jakarta

Akademisi dan Ilmuwan dalam Science 20 Didorong untuk Berkontribusi dalam Pemulihan Ekonomi yang Lebih Hijau dan Berkelanjutan

Nasional

Ketua DPR Pastikan 115 Negara Hadiri IPU ke-144 di Bali

Nasional

MotoGP Mandalika Bawa Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat Lokal

Nasional

Optimalkan Dukungan Terhadap Presiden, Setkab Lakukan Penataan Organisasi