Home / Nasional

Senin, 23 Mei 2022 - 23:11 WIB

Temui Presiden World Economic Forum, Menko Airlangga Dorong Agenda Transisi Energi Berkelanjutan

Buanaangkasa.com--Dalam acara World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 yang diselenggarakan di Davos – Swiss, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Presiden World Economic Forum Borge Brende pada kegiatan hari pertama, Minggu (22/05). Menko Airlangga yang mewakili Pemerintah Republik Indonesia (RI) mengungkapkan apresiasi atas terselenggaranya event tersebut di tengah situasi global yang masih belum menentu, terutama dalam upaya pemulihan pasca pandemi dan situasi konflik antara Rusia dan Ukraina saat ini.

Menko Airlangga menyampaikan kembali dukungan para pemimpin global termasuk Presiden RI Joko Widodo terhadap Agenda Davos 2022. Dukungan tersebut antara lain respon terhadap pandemi, pemulihan ekonomi, aksi iklim, inovasi teknologi, dan kolaborasi global untuk mendukung Presidensi G20 Indonesia.

Secara khusus, menurut Menko Airlangga, Indonesia adalah net exporter batu bara. Sedangkan untuk minyak, posisi Indonesia adalah net importer, walaupun produksi minyak Indonesia saat ini sekitar 700 kilo barel per hari. Oleh karena itu, terkait mitigasi perubahan iklim dan transisi energi berkelanjutan, Indonesia sedang mengembangkan prototipe pajak karbon untuk pembangkit listrik tenaga batu bara, dan juga melakukan retirement pembangkit listrik tenaga batu bara untuk menggantinya dengan energi baru dan terbarukan (EBT) yang mempunyai model pembiayaan terjangkau dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Fondasi Semakin Baik, Presiden Jokowi Optimistis Ekonomi Indonesia 2022 Tumbuh Lebih Baik

Saat ini, Indonesia sedang mengkaji proyek 4 GigaWatt (GW) solar power plant di Bintan yang output-nya akan diekspor ke Singapura serta untuk memenuhi keperluan domestik. Untuk pembangkit listrik tenaga air, Kalimantan yang mempunyai sungai besar dan panjang merupakan daerah potensial yang diperkirakan dapat menghasilkan lebih dari 10 GW listrik. Untuk tantangan dalam transisi energi, sebagian besar masyarakat Indonesia dengan pendapatan per kapita sekitar US$4.000 setahun, masih belum mampu membeli energi yang lebih mahal.

Menko Airlangga turut mengapresiasi WEF atas dukungan dan usulannya dalam membangun komunitas pemimpin bisnis di Indonesia sebagai platform mendorong aksi iklim di seluruh sektor publik dan swasta, kemudian menyusun pilot project pembiayaan alam dan keanekaragaman hayati melalui mekanisme blended finance, dan mengembangkan protokol obligasi transisi sebagai peluang memberikan pembiayaan kepada perusahaan yang memiliki target transisi ke industri hijau di masa depan.

Baca Juga :  Situasi Pandemi Terus Membaik, Pemerintah Perbolehkan Mudik Lebaran

Presiden WEF menyampaikan bahwa dengan ditunjuknya Presiden RI sebagai Champion Global Crisis Response Group (GCRG) sejalan dengan isu pangan, energi, dan keuangan. Dalam rangka mengatasi tantangan besar yang saling terkait dalam ketahanan pangan, energi, dan keuangan global akibat konflik Rusia-Ukraina, maka GCRG memegang peranan penting, khususnya dalam membantu negara-negara berkembang mengatasi krisis finansial akibat pandemi yang diperparah krisis pangan dan energi akibat konflik tersebut.

Turut hadir dalam pertemuan ini mendampingi Menko Airlangga adalah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, serta Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Eko Cahyanto. (Red/dep7/rep/fsr)

Share :

Baca Juga

Nasional

Presiden Harapkan Ketua Umum PSSI Baru Bawa Perubahan Bagi Sepakbola Indonesia

Jakarta

KUR Goes to Campus: Pemerintah Akselerasi Program Petani Milenial dan Berikan Akses Pembiayaan Murah

Nasional

Forum Dialog G20 Sustainable Vegetable Oils Conference Rumuskan Strategi dan Kebijakan Minyak Nabati Global

Nasional

Pemerintah Buka Pendaftaran Seleksi CASN 2023 Mulai 17 September 2023

Nasional

Stafsus Presiden Angkie Yudistia Dorong Percepatan Pendataan Disabilitas di DIY

Jakarta

Pemerintah Tegaskan Pentingnya Tata Kelola Korporasi yang Baik Guna Hadapi Tantangan Perekonomian Global

Jakarta

Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi yang Inklusif, Berdaya Tahan, dan Berkelanjutan menjadi Kepentingan Nasional yang Utama

Jakarta

Mitigasi Risiko dan Tantangan Global, Pemerintah Terus Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional