Home / Daerah / Tuba

Rabu, 15 Maret 2023 - 12:01 WIB

1320 PESERTA MERIAHKAN HUT TUBA KE- 26 ACARA FESTIVAL BERTAJUK ( Nyubuk Majeu) Antusias Warga “Soraaak..Eee..!!

Menggala ,Buanaangkasa.com – Semarak HUT KE -26 Kabupaten Tulang Bawang yang . Pejabat Bupati Tulang Bawang Drs

Qurotul Ikhwan, MM, menerima Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atas Festival budaya “Nyubuk Majeu dengan Peserta Terbanyak berjumlah 1320 orang acara tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Tulang Bawang, Selasa (14/03/2023)

Pemerintah kabupaten Tulang bawang ,Yang noteben Aparatur nya Banyak berdarah Lampung Berinisiatif dengan mengadakan acara Festival MEGOW pak “Bertajuk “Nyubuk Majeu” Berharap agar tradisi warisan budaya asli Tulangbawang ini tidak Hilang atau punah ditelan zaman .

Berdasarkan keterangan Dari Beberapa Narasumber yang dihimpun, salah satu Peserta Festival “Nyubuk Majeu” Bernama Dessy Santy 40th. Warga Menggala selatan Dan Abah Helmi Tahir 80th Terminal Menggala diceritakan sebuah tadisi “Nyubuk Majeu” Benar merupakan tradisi Budaya Masyarakat Lampung diMenggala kabupaten Tulang Bawang yang Berjuluk Sai bumi Nenggah Nyapour” adapun diceritakan “Nyubuk Majeu” ini merupakanTradisi dan budaya yang biasanya dilakukan pada malam hari Notaben dilakukann Rombongan oleh ibu-ibu atau gadis, keluarga mempelai wanita dan diharuskan memakai penutup wajah (sarung) yang hanya terlihat matanya saja”Cetusnya.

Baca Juga :  Polres Tulang Bawang Gerak Cepat Lakukan Kegiatan Kemanusiaan di Dua Lokasi Terdampak Angin Puting Beliung

“Merupakan Sekelompok ibu-ibu menutupi wajah pakai kain Sarung hanya terlihat mata nya saja datang dari pihak keluarga pengantin Wanita yang ingin melihat langsung kondisi seorang anak Gadis atau pengantin wanita setelah sebambangan/Lapah Ngelakei atau akhir Masa Gadis nya yaitu sebelum dilakukan prosesi upacara adat yang dilakukan Dikediaman mempelai pria.

Tradisi “Nyubuk majeu” ini biasanya dilakukan pada malam hari yang dilakukan oleh ibu-ibu atau gadis, setiap keluarga mempelai wanita dan diharuskan memakai penutup wajah (sarung) yang hanya terlihat matanya saja”.

“Nyubuk majeu”juga merupakan suatu momen yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga besar mempelai wanita maupun mayarakat yang datang secara berkelompok, dengan tujuan dapat melihat suasana batiniah dan lahiriah dari sang calon pengantin wanita..

Baca Juga :  Singgung Bung Karno di Forum Gerakan Non-Blok, Puan Dorong Negara GNB Dukung Kemerdekaan Palestina

Selanjutnya” ketika rombongan pengantin Wanita “Nyubuk Majeu” biasanya identik denga Bersorak seraya Berkata : ”Soraaak”Ee’ .!! “Soraaak””Eeee.
Tradisi itu merupakan sebuah isyarat” secara emosional sekelompok ibu-ibu (Nyubuk Majeu) dari keluarga sang pengantin wanita sebuah semboyan ,seyogya merestui Mendoakan ikut berbahagia,setelah memastikan semuanya dalam keadaan baik-Baik Saja.

Pemerintah kabupaten Tulang bawang Berinisiatif dengan mengadakan acara Festival” Nyubuk Majeu” ini Supaya Tradisi dan budaya kita Lampung tulang Bawang dapat diLestarikan jagamarwah agar ditidak Punah atau Hilang ditelan zaman.

Demikian sekilas teradisi & budaya Bertajuk”Nyubuk Majeu ” diketahui merupakan warisan budaya dan khas Masyarakat Lampung (Menggala) mesti kita lestarikan lestarikan ,kita junjung dan patut.

(Deni MN/*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Calon Anggota Polri TA 2023 Memasuki Tes Rikmin Awal di Polres Tulang Bawang Barat

Daerah

Bupati Tulangbawang Dr Hj Winarti SE MH Bersuara Lantang Berkharisma Saat Membacakan Teks Pancasila

Daerah

Puan: DPR Bersama Pemerintah Akan Segera Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Revisi UU Cipta Kerja

Daerah

Pj Bupati Firsada Semangati Calon Anggota Paskibraka Saat Latihan

Daerah

PJ Bupati Tubaba M Firsada Ramah Tamah Sambut Kedatangan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi

Daerah

Kontrakan Tempat Transaksi Narkotika Digerebek Polres Tulang Bawang

Daerah

Kapolsek Rawa Pitu Imbau Pelajar Hindari Pelanggaran

Daerah

Team Reaksi Cepat Anti Begal Polres Tubaba Razia Wilayah Rawan Gangguan Keamanan