Home / Jakarta

Sabtu, 12 Februari 2022 - 17:25 WIB

Kolaborasi BUMN Sektor Pangan Dukung Event Presidensi G20 Indonesia

Buanaangkasa.com-Jakarta:

Momentum Presidensi G20 Indonesia menjadi kesempatan emas bagi pelaku usaha sektor pangan di Indonesia secara umum, dan khususnya Holding BUMN Pangan, untuk mengenalkan merek pangan maupun produk pertanian kepada semua stakeholders dalam dan luar negeri yang menghadiri berbagai eventG20, sekaligus sebagai salah satu cara promosi dagang.

“Hal itu juga mendukung strategi lainnya, seperti peningkatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar domestik dan internasional, penguatan jaringan distribusi dari hulu hingga hilir,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud, dalam sambutannya pada acara FGD “Peran Strategis Holding BUMN Pangan untuk Memperkuat Sektor Pangan pada Forum G20”, di Jakarta, Kamis (3/02) lalu.

Melalui kuliner Indonesia yang sangat beragam, peluang untuk mengenalkan makanan lokal tentunya akan menjadi pengungkit sektor UKM. Kemudian, untuk sektor perikanan dapat mengenalkan produk perikanan, garam untuk kecantikan/spa, dan sebagainya.

“Untuk sektor pertanian atau perkebunan, peluang strategis mempromosikan cita rasa kopi khas (specialty coffee) Indonesia, seperti kopi gayo, kopi toraja, kopi luwak, dalam setiap event meeting. Sementara, untuk subsektor hortikultura, tantangannya yaitu memasarkan produk hortikultura buah-buahan dan bunga selama meeting,” tutur Deputi Musdhalifah.

“Posisi Indonesia sebagai Presidensi G20 sangat memberikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor dan investasi di bidang pangan,” tambah Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia, yang merupakan induk dari Holding BUMN Pangan atau ID FOOD.

Baca Juga :  Antusias Pegawai Kemenko Perekonomian dalam Kegiatan Donor Darah Meningkat

Arief juga menambahkan bahwa ID FOOD akan mendukung penguatan ketahanan pangan nasional dan mempromosikan produk pangan berorientasi ekspor, baik produk pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan industri turunannya, agar dunia internasional semakin mengenal produk pangan Indonesia.

Dari sektor perikanan, PT New Perikanan Indonesia (New Perindo) pada tahun 2021 telah melakukan ekspor gurita ke Amerika Serikat senilai Rp2,4 miliar, ikan kaca piring ke Thailand senilai Rp489 juta, ikan black marlin ke Filipina senilai Rp629 juta, serta fresh tuna loin dan gurita ke Jepang senilai Rp1,5 miliar.

Meskipun banyak tantangan di bisnis perikanan ini, semisal minimnya sarana dan prasarana penyimpanan paska panen dan kapal angkut ikan yang menyebabkan penurunan mutu produk pada saat paska panen dan distribusi, namun PT New Perindo optimis dapat melakukan peningkatan transaksi ekspor perikanan pada 2022 ini.

“Khusus untuk produk perikanan, kami memiliki pasar ikan di Muara Baru Jakarta dan Benoa Bali yang dapat dikunjungi oleh para Delegasi G20. Mereka dapat menikmati sajian ikan segar dan melakukan pemotongan ikan tuna segar di lokasi tersebut,” kata Arief.

Baca Juga :  Arab Saudi Buka 1 Juta Kuota Haji, Menag: Calhaj Indonesia Bisa Berangkat

Selanjutnya, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia juga telah menandatangani kontrak ekspor kopi ke Mesir sebanyak 3.000 ton di 2022, dan realisasi hingga Januari 2022 sebanyak 353 ton atau 10 kontainer. Sedangkan, PT Sang Hyang Seri (SHS) telah melakukan ekspor beras Long Grain IndonesianRice kemasan 5 kg ke Arab Saudi sebanyak 140 ton dengan target estimasi penjualan di 2022 sebesar Rp2 miliar.

Melalui Forum G20 ini, diharapkan juga dapat menjadi media komunikasi strategis untuk menyuarakan kampanye positif menghadapi berbagai kampanye negatif kelapa sawit Indonesia, juga menjadi wadah promosi dagang kepada dunia internasional bahwa kelapa sawit Indonesia berkontribusi dalam penyediaan pangan di dalam negeri maupun pasar global. Selain itu, juga menjadi penggerak ekonomi, baik dari sisi petani, pedagang, maupun industri turunan kelapa sawit.

Turut hadir pada kesempatan tersebut adalah Asisten Deputi Pangan, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan, Direktur Utama PT Perikanan Indonesia, Direktur Utama PT Berdikari, Plt. Direktur Utama PT Garam, Direktur Komersial dan Pengembangan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, Direktur Produksi PT Sang Hyang Seri, dan Prof. Bustanul Arifin, selaku Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. (Red)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Pemerintah Dorong Inovasi Perumusan Kebijakan dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Jakarta

Dorong Perekonomian Dunia yang Lebih Baik, Menko Airlangga Ajak G20 Satukan Tindakan dan Visi

Jakarta

Antisipasi Krisis Energi dan Upayakan Kemandirian Energi, Pemerintah Tingkatkan Bauran Energi Baru Terbarukan

Jakarta

Menkopolhukam Imbau Pengunjuk Rasa Tertib dan Tak Langgar Hukum

Jakarta

Menko Airlangga: Potensi Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Harus Ditingkatkan untuk Menyejahterakan Masyarakat

Jakarta

Webinar Series Keuda Update ke-13, Kupas Dukungan Pendanaan Gaji PPPK di Daerah

Jakarta

Pemerintah Siapkan Kebijakan bagi Ketersediaan, Keterjangkauan, dan Keamanan Pangan untuk Penuhi Kebutuhan Masyarakat Menyambut Ramadhan dan Idulfitri 1443 H

Jakarta

Kemendagri Berkomitmen Dukung Target Penurunan Stunting 14 Persen pada 2024