Home / Jawa Barat / Nasional

Kamis, 19 Mei 2022 - 17:56 WIB

Dukungan Multistakeholder dalam Implementasi Kemitraan Closed Loop Agribisnis Hortikultura untuk Pengembangan Ekosistem Pertanian

Buanaangkasa.com-Sukabumi:

Semakin menurunnya tingkat penyebaran kasus pandemi Covid-19 dan didukung kian menguatnya potensi perekonomian, Pemerintah optimis dapat mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 5,2% (yoy) di akhir 2022 mendatang. Seiring dengan hal tersebut, Pemerintah juga berupaya untuk membangkitkan perekonomian yang berkeadilan dan berkelanjutan melalui berbagai paket kebijakan yang telah diterapkan.

Salah satu sektor yang memiliki potensi tinggi dalam sumbangsihnya pada perekonomian adalah sektor pertanian yang mampu tumbuh hingga 1,52% di tahun 2022 serta berkontribusi terhadap PDB. Melihat pentingnya sektor pertanian tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis senantiasa mendorong perkembangan sektor pertanian melalui Program Kemitraan Closed Loop Agribisnis Hortikultura.

“Pemerintah terus berupaya untuk mendorong inisiatif kolaborasi multistakeholders melalui pengembangan ekosistem agribisnis yang efisien dan terintegrasi hulu-hilir melalui Program Kemitraan Closed Loop Agribisnis Hortikultura agar daya saing komoditas meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud dalam kegiatan Panen Perdana Cabai Rawit Merah Lahan Perluasan Kemitraan Closed Loop di Kabupaten Sukabumi (17/05).

Implementasi Program Kemitraan Closed Loop Agribisnis Hortikultura memberikan kepastian bagi petani dalam memasarkan hasil panennya melalui adanya contract farming, yaitu pemanfaatan fasilitas akses pasar melalui kerja sama antara petani perseorangan dengan pihak pembeli. Dengan program tersebut, petani juga kembali diuntungkan dengan tingginya harga tawar dan penyediaan hasil panen yang sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar.

Baca Juga :  Menko Airlangga Salurkan Langsung BT-PKLWN di Sleman dan Apresiasi Penyaluran yang Tepat Sasaran

Dengan mempertimbangkan berbagai keuntungan tersebut, Kabupaten Sukabumi telah menerapkan Program Kemitraan Closed Loop Agribisnis Hortikultura sejak penandatangan MoU pada 7 Februari 2021 dan dilanjutkan dengan penanaman perdana pada 17 Maret 2021 dengan melibatkan 5 petani dalam wadah Kelompok Tani Mandiri dengan mengelola lahan seluas 1,3 ha. Hingga saat ini, Kemitraan Closed Loop Kabupaten Sukabumi telah berkembang dengan total luasan lahan 20 ha dan melibatkan 20 petani serta telah terbentuk Koperasi Tani Mandiri Sejahtera.

Melihat perkembangan pertanian yang kian pesat dengan adanya Program Kemitraan Closed Loop, diharapkan program tersebut dapat diimplementasikan lebih jauh lagi hingga pada level pengolahan produk lanjutan sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil UMKM dan mampu mendongkrak sektor pertanian sebagai kontributor utama pada Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Tentunya dengan dukungan multistakeholder, diharapkan kemitraan closed loop ini tidak hanya pada level budidaya sampai pemasaran produk segar saja, akan tetapi hingga ke level pengolahan industri barang setengah jadi atau barang olahan lainnya,” pungkas Deputi Musdhalifah.

Baca Juga :  Menko Airlangga Apresiasi Komitmen BNPB dalam Mitigasi Pra Bencana, Penanggulangan Bencana hingga Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

Pada kegiatan panen perdana tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan dukungannya bagi pengembangan Kemitraan Closed Loop agar dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui perluasan Kemitraan Closed Loop di 5 titik Kecamatan di Sukabumi dengan melibatkan petani milenial. Selain itu pada kesempatan yang sama, turut dilakukan penyerahan secara simbolis buku pintar kemitraan Closed Loop Agribisnis Hortikultura, bantuan cultivator, serta bantuan smart farming Jinawi.

Kegiatan panen perdana turut dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Wakil Bupati Sukabumi, Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kemendes PDTT, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Tim Pusat Kajian Hortikultura Tropika, Institut Pertanian Bogor, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Direktur Agribisnis PT Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) Indonesia, Executive Director Mercy Corps Indonesia (MCI), CEO PT Eden Pangan Indonesia, Direktur Utama Perumda Agro Sukabumi Ketua Koperasi Tani Mandiri Sejahtera Sukabumi, Wakil Deputi PT Sayur Untuk Semua, dan Perwakilan PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

 

(Red/dep2/dft/fsr)

Share :

Baca Juga

Nasional

Presiden Jokowi Ingatkan Manajemen Kelola Freeport dengan Hati-Hati

Nasional

Kunker ke Papua, Ibu Iriana akan Hadiri Puncak Peringatan HAN Tahun 2024

Nasional

Bertolak ke Kaltim, Presiden Jokowi Akan Menuju Titik Nol Kilometer IKN

Nasional

Presiden Jokowi Lakukan Rangkaian Kunjungan Luar Negeri ke Kawasan Asia Timur

Jakarta

Indonesia dan Singapura Eratkan Kerja Sama Bangkitkan Perekonomian di Bidang Pariwisata dan Transisi Energi

Jakarta

Kendalikan Omicron, Pemerintah Perpanjang PPKM, Gencarkan Vaksinasi Dosis-2 dan Booster, serta Dorong Penerapan Prokes

Nasional

Presiden Minta Jajaran Antisipasi Dampak Situasi Global Terhadap Ekonomi Nasional

Jakarta

KUR Goes to Campus: Pemerintah Akselerasi Program Petani Milenial dan Berikan Akses Pembiayaan Murah