Home / Nasional

Kamis, 26 Mei 2022 - 17:45 WIB

Hadiri Informal Gathering of World Economic Leader, Menko Airlangga Sampaikan Dukungan bagi Transisi Energi yang Adil dan Berkelanjutan

Buanaangkasa.com–Ketahanan energi menjadi salah satu isu utama yang saat ini tengah menjadi pembahasan Pemerintah. Hal tersebut karena penyediaan pasokan energi memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas pasar sebagai bahan bakar dalam kegiatan produksi sehingga  mampu menggerakkan aktivitas perekonomian.

Berkaitan dengan hal tersebut, transisi energi menjadi salah satu fondasi dalam menjaga ketahanan energi berkelanjutan. Saat ini, Pemerintah telah menunjukkan komitmen dalam implementasi transisi energi, salah satunya melalui inisiasi transisi energi berkelanjutan sebagai salah satu dari tiga prioritas utama Presidensi G20 Indonesia tahun ini.

Selain itu, Pemerintah juga telah melakukan upaya diversifikasi berkelanjutan untuk menghindari ketergantungan pada satu komoditas energi saja di tengah ketidakpastian global saat ini. Diversifikasi tersebut mencakup transisi hijau yaitu transisi energi dari batu bara ke energi bersih yang didukung dengan kebijakan dan pembiayaan yang memadai. Adapun pemenuhan pembiayaan tersebut dilakukan Pemerintah melalui penerbitan obligasi hijau dan sukuk hijau, pembentukan platform blended finance, rencana penerapan carbon pricing, dan penciptaan taksonomi hijau.

Baca Juga :  HUT Ke-77 RI, Naskah Asli Teks Proklamasi Kembali Disandingkan dengan Bendera Pusaka di Istana Merdeka

“Dalam mendukung transisi energi yang adil dan berkelanjutan, Indonesia juga telah bekerja sama dengan Asian Development Bank meluncurkan Energy Transition Mechanism”, ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam dialog bersama lebih dari 250 VIP G20 dan negara lainnya serta organisasi internasional yang difasilitasi oleh Informal Gathering of World Economic Leader (IGWEL), Rabu (25/05), di Davos-Swiss.

Selain berbagai upaya tersebut, Indonesia sebagai penghasil sumber daya energi juga selalu menempatkan Sustainable Development Goals sebagai pendorong rancangan kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional guna mendorong terwujudnya ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan. Di samping itu, komitmen yang kuat untuk mencapai dekarbonisasi dan transisi energi yang adil dan terjangkau juga ditunjukkan dengan peran Indonesia yang akan menjadi pusat manufaktur regional kendaraan listrik di Asia Tenggara pada akhir dekade ini.

Baca Juga :  Hasilkan G20 Bali Leaders’ Declaration, Presidensi G20 Indonesia Sukses Capai Puncak Konferensi Tingkat Tinggi G20 Tahun 2022

Pada akhir sambutan, Menko Airlangga turut mengajak para pemangku kepentingan, baik swasta, pemerintah, bank pembangunan multilateral, maupun filantropis untuk ikut serta dalam memastikan akses energi yang cukup untuk pembangunan berkelanjutan dalam bentuk pembiayaan dan bantuan teknis.

“Dalam mengemban amanah internasional, kami berharap Anda semua akan bergabung dengan Indonesia dalam rangka upaya dekarbonisasi dan menindaklanjuti komitmen negara maju di Paris Agreement,” pungkas Menko Airlangga. (Red/dep7/dft/fsr)

Share :

Baca Juga

Nasional

WEF Annual Meeting 2022 : Menko Airlangga Jelaskan Langkah Konkret Indonesia Wujudkan Proses Transisi Energi yang Adil dan Terjangkau

Jawa Timur

Pastikan Keselamatan Pemudik, Kapolri Tekankan Kesehatan Sopir dan Kelaikan Bus

Nasional

Hadiri Peluncuran Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik, Mendag RI Garis Bawahi Empat Hal

Jakarta

Sebut Masyarakat Timbun Minyak Goreng, Putu Supadma: Kemendag Jangan ‘Ngeles’

Nasional

Presiden Jokowi Dorong Kemitraan ASEAN-AS dalam Penanganan Perubahan Iklim

Nasional

Bertolak ke NTT, Presiden Akan Pimpin Upacara Peringatan Harlah Pancasila

Jakarta

Menko Airlangga Bahas Upaya Peningkatan Kerja Sama dengan Wakil Kanselir/Menteri Ekonomi dan Iklim Jerman

Nasional

Cegah Stunting, Presiden Tekankan Pentingnya Kesiapan Lahir Batin sebelum Menikah