Home / Jakarta / Nasional

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 21:48 WIB

Didukung Inklusi Keuangan, Sinergi dan Kolaborasi Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Buanaangkasa.com-Jakarta:

Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu segmen yang menjadi sasaran prioritas dalam upaya peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. Indonesia mempunyai jumlah UMKM yang besar sehingga mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan dan turut mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Wirausahawan Indonesia saat ini didominasi oleh pelaku usaha muda berusia 25 hingga 34 tahun. Seperti halnya dengan segmen UMKM, segmen anak muda menjadi prioritas upaya Pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan hingga 90% pada 2024.

Untuk meningkatkan skala usaha bagi UMKM agar “naik kelas” diperlukan akses pembiayaan yang memadai, salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah. Hingga bulan Juli 2022 realisasi KUR Syariah tercatat telah mencapai Rp8,34 triliun dengan nasabah sebanyak 370.845. Pembiayaan ini terdiri dari KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil.

Dalam rangka meningkatkan tingkat inklusi keuangan di Indonesia, Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (SDNKI) bersama-sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) dan Pegadaian Syariah menyelenggarakan Sosialisasi Peningkatan Inklusi Keuangan Syariah bagi UMKM di Provinsi Jawa Tengah pada 26 Agustus 2022 di Universitas Diponegoro Semarang.

Baca Juga :  Fraksi Gerindra Dukung Presiden Jokowi, RUU PPRT Harus Segera Dibahas

Sesi sosialisasi yang menghadirkan narasumber dari Kemenko Perekonomian, Pemerintah Daerah Jawa Tengah, Undip, dan Pegadaian Syariah, serta dihadiri oleh segenap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Provinsi Jawa Tengah, Civitas Akademika UNDIP, berikut forum UMKM di Jawa Tengah.

Selain peningkatan inklusi keuangan, forum ini juga turut mendorong perkembangan keuangan syariah dan aktivitas ekonomi yang mendukungnya mulai dari sektor makanan halal hingga keuangan syariah. Setiap pemangku kepentingan diharapkan mampu berkolaborasi dalam membantu upaya ini.

“Sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan mampu mendukung program inklusi keuangan diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” tutur Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir saat memberikan keynote speech dalam acara tersebut.

Akselerasi peningkatan kualitas SDM dan transformasi ekonomi memerlukan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak, termasuk dengan perguruan tinggi. Program sosialiasi inklusi keuangan tersebut diharapkan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para mahasiswa dan UMKM, sehingga dapat menjadi bekal bagi mereka yang ingin memulai mendirikan usaha.

Baca Juga :  Kemendagri Gelar Rakor Bersama Pemprov Papua Tengah Optimalkam Fungsi Pemerintahan

“Saya berharap perguruan tinggi dapat meningkatkan perannya, tidak hanya sebagai tempat pembelajaran, namun juga sebagai pengantar bagi mahasiswa ataupun lulusannya yang ingin berwirausaha,” tutur Deputi Iskandar.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama mengatakan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak perlu ditingkatkan sehingga mampu mendorong kewirausahaan khususnya bagi kalangan milenial. Selaras dengan hal itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menambahkan bahwa peningkatan kapasitas UMKM melalui penguatan akses pembiayaan inklusif diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas.

Pada seminar ini dilaksanakan juga acara simbolis berupa penyaluran KUR Syariah kepada UMKM naik kelas binaan Pegadaian Syariah dan penyerahan tabungan emas kepada para pembina dari masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah.

Turut hadir pada kegiatan tersebut diantaranya Asisten Daerah Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jawa Tengah dan Kepala Divisi Pegadaian Syariah Beni Martina Maulan. (dep1/rep/fsr)

Share :

Baca Juga

Nasional

Puan: Santri Harus Jadi Pelopor Penanggulangan Covid-19

Jakarta

Manfaatkan Momentum Bonus Demografi, Pemerintah Dorong Peningkatan Kualitas SDM dan Kembangkan Pendidikan Vokasi

Jakarta

Ekonomi Hijau dan Pembangunan Rendah Karbon Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Meningkatkan Kesejahteraan Sosial

Jakarta

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1443H Jatuh Pada Senin, 2 Mei 2022

Nasional

Tinjau Candi Borobudur, Presiden Ingin Ajang Seni Dirutinkan untuk Tarik Wisatawan

Jakarta

Transformasi Gerakan Koperasi secara Masif Perkokoh Soko Guru Perekonomian Bangsa

Jakarta

Pemerintah Kembangkan Desa Ekspor untuk Tingkatkan Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Desa

Jakarta

Presiden Jokowi Terima Dewan Komisioner OJK