Home / Daerah / Tubaba

Jumat, 26 April 2024 - 18:19 WIB

Pj Bupati Tubaba Berhasil Turunkan Stunting Jadi 10,5 Persen

Tubaba, Buanaangkasa.com — 

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kementerian Kesehatan, kasus prevalensi stunting di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Tahun 2023 pada angka 10,5 persen, turun cukup signifikan bila dibandingkan Tahun 2022 yang berada pada angka 16,4 persen.

Persentase penurunan prevalensi stunting di Tubaba sebesar 5,90 persen ini menjadi yang ketiga terbesar di tahun 2023 di antara seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Penjabat (Pj) Bupati Tubaba, Drs. M. Firsada, menyampaikan, capaian kinerja ini tidak terlepas dari pelaksanaan Delapan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan dengan kesungguhan dan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, serta pelaksanaan program inovasi dan juga kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

“Sebagai penjabat bupati, saya merasa bangga dan bersyukur atas keberhasilan yang telah dicapai dalam upaya penurunan angka stunting di Tubaba. Dengan menjalankan gerak cepat dari pelaksanaan delapan aksi kovergensi percepatan, dan upaya bersama seluruh elemen masyarakat, kita berhasil mencatat penurunan signifikan dalam kasus stunting di wilayah ini,” tuturnya.

Secara garis besar, M. Firsada menyebutkan bahwa program intervensi yang dilakukan terhadap kasus balita stunting dan rumah tangga berisiko stunting berjalan dengan baik oleh jajaran perangkat daerah di lingkup Pemkab Tubaba.

“Sangat penting untuk bergerak cepat dan terpadu dalam menangani stunting, masalah penanganan stunting tidak bisa dianggap remeh dan biasa-biasa saja. Balita stunting dan rumah tangga yang berisiko stunting akan mempengaruhi masa depan kita. Oleh karena itu, kami bersama seluruh instansi terkait dan masyarakat telah bekerja keras untuk menyusun program-program yang efektif dan terarah guna mengatasi masalah ini,” lanjutnya lagi.

Baca Juga :  Kapolres Tulang Bawang Ungkap Fakta Terbaru Kasus Asusila di Ponpes

“Program-program intervensi spesifik di sektor kesehatan seperti pemeriksaan kehamilan, imunisasi dasar dan rutin, pemantauan pertumbuhan balita, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri atau calon pengantin dan sebagainya secara tepat dan efektif mampu menekan angka stunting. Selain itu program-program intervensi sensitif yang dilakukan oleh beberapa perangkat daerah selain sektor kesehatan seperti penyediaan sanitasi sehat, air layak minum serta bantuan sosial juga mampu menurunkan persentase rumah tangga berisiko stunting,” terang Firsada.

Capaian dari keberhasilan pelaksanaan delapan aksi konvergensi stunting ini juga didukung oleh program-program inovatif yang menjadi terobosan dari jajaran Pemkab Tubaba dan kolaborasi serta peran serta aktif dari komponen masyarakat.

“Di mulai sejak ditetapkannya Tubaba menjadi lokus penanganan prevalensi stunting, beberapa program inovasi menjadi sumbangan solusi terhadap penanganan prevalensi stunting di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai ini. Program keluarga Nenemo Mandiri Pangan, program bantuan Mantra, Baznas Peduli, Tubaba Berkurban, Gerakan Berbagi Geber, Kartu E-Penting, Buku Saku Cinta Balita, dan Gerakan Seribu Jamban masih menjadi andalan dalam menekan angka stunting di Tubaba” terangnya.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi yang kuat, lanjut M. Firsada, kami berhasil meluncurkan berbagai program pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan pola makan sehat, penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang, serta pendampingan ibu hamil dan balita dalam penerapan pola makan yang baik. Tidak hanya itu, kami juga gencar melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan efektivitas dari program-program yang telah kami implementasikan.

Baca Juga :  Pemuda Asal Bandung Ditangkap Satresnarkoba Polres Tulang Bawang di Rumah Kontrakan

Komitmen serta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk dari pihak swasta dan lembaga non-pemerintah, turut menjadi pilar utama dalam kesuksesan ini. Saling mengingatkan dan membantu satu sama lain, menjadikan proses penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat

“Saya bersyukur melihat dampak positif dari kerja keras dan komitmen kita bersama. Tercatat penurunan yang signifikan dalam angka stunting, yang memberikan harapan baru bagi generasi penerus kita. Anak-anak kami, adalah aset berharga untuk masa depan kabupaten Tubaba. Untuk imitu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga momentum ini, dan melanjutkan upaya-upaya nyata dalam rangka memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Demi masa depan yang lebih baik, sambung M. Dirsada, mari kita terus bersatu dan bekerja sama dalam upaya pencegahan stunting.

“Tidak ada yang terlalu sulit jika kita melakukannya bersama. Terimakasih atas kerjasama dan dedikasi kita semua dalam mencapai tujuan mulia ini. Semoga keberhasilan ini dapat memberikan inspirasi dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam memerangi stunting,” pungkasnya.

(*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Tulang Bawang Inginkan Sinergitas dan Kolaborasi Dengan PWI Dalam Mengawal Jalannya Pembangunan

Daerah

Bantu Jual Motor Temannya tapi Malah Dibawa Kabur, Pria di Tubaba Ditangkap Polisi

Daerah

Mahasiswa Kedokteran se-Sumatra Ikuti LKMM-SoK di Lampung, Wagub Jihan Dorong Lahirnya Dokter Berkualitas

Daerah

Polisi Sahabat Anak, Polres Tulang Bawang Barat Menerima Kunjungan Anak TK Tarakanita

Daerah

Inspektorat Tubaba Diminta Usut Tuntas Dugaan Asal Jadi Proyek JUT Tiyuh Sumber Rejeki

Daerah

Beli Barang Hasil Kejahatan, Pria 33 Tahun Ditangkap Polsek Banjar Agung

Daerah

Terima Hibah Tanah Untuk Bangun Polsek, Akbp Sunhot P. Silalahi : Akan Kita Proses Secepatnya

Daerah

Satlantas Tulang Bawang Barat Bagikan Minyak Goreng, Handsanitaser Dan Masker Kepada Pengendara Yang Mentaati Peraturan Lalu Lintas