Home / Bandar Lampung

Senin, 6 Oktober 2025 - 22:10 WIB

Tutup Lampung Begawi 2025, Gubernur Mirza Tegaskan Komitmen Penguatan Regulasi Dan Kebijakan Yang Berpihak Pada UMKM

Bandar Lampung, buanaangkasa.com —

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal resmi menutup kegiatan Lampung Begawi Tahun 2025 yang digelar di Lampung City Mall, Minggu (5/10/25).

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa peran Lampung tidak hanya sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera, namun juga sebagai salah satu sentra produksi komoditas strategis nasional. Berbagai komoditas unggulan seperti padi, kopi robusta, singkong, lada, kakao, dan tebu tumbuh subur di Provinsi Lampung dan menjadi penopang utama perekonomian daerah.

“Pada tahun 2024, total kapasitas ekonomi Lampung atau uang yang beredar mencapai Rp483 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp150 triliun atau hampir 30 persen berasal dari sektor pertanian,” ujar Gubernur.

Meski memiliki potensi besar, Gubernur menyoroti masih minimnya nilai tambah dari komoditas unggulan daerah yang sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah.

“Kopi kita hampir 90 persen masih keluar dari Lampung dalam bentuk green bean. Padahal harga kopi olahan bisa hampir dua kali lipat harganya,” jelasnya.

Hal serupa juga terjadi pada komoditas kakao, nanas, dan singkong yang belum diolah secara maksimal. Kondisi tersebut menyebabkan kontribusi sektor industri pengolahan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih rendah, yakni hanya sekitar 16 persen.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza juga menyoroti peran besar sektor UMKM dalam perekonomian Lampung. Berdasarkan data, terdapat 492 ribu UMKM yang beroperasi di Provinsi Lampung, yang berarti sekitar 1,5 juta keluarga menggantungkan hidup pada sektor ini.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Buka Musrenbang Provinsi Lampung: Tegaskan Komitmen Menuju "Lampung Maju, Indonesia Emas"

“Dengan jumlah UMKM sebanyak itu, seharusnya komoditas-komoditas unggulan Lampung bisa terhilirisasi dan memberikan nilai tambah maksimal. Namun masih banyak tantangan, terutama pada aspek daya saing, akses modal, dan pasar,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat regulasi dan kebijakan yang berpihak pada UMKM. Pemerintah, lanjutnya, tengah menyiapkan kebijakan tata niaga yang mampu melindungi sekaligus mendorong daya saing pelaku usaha kecil menengah.

“Ke depan, kami akan memastikan agar sektor pariwisata dan UMKM terintegrasi. Tempat wisata, hotel, restoran, dan toko oleh-oleh akan kami dorong agar memprioritaskan produk-produk lokal Lampung. Wisatawan datang membawa uang, dan uang itu harus dipastikan belanja produk-produk lokal,” tegas Gubernur.

Ia menambahkan, pertumbuhan sektor pariwisata Lampung menunjukkan tren positif. Hingga Juli 2025, jumlah wisatawan domestik telah mencapai 15 juta orang, dan diperkirakan akan menembus lebih dari 25 juta wisatawan hingga akhir tahun.

Menurut Gubernur, peningkatan kunjungan wisata harus diikuti dengan kebijakan keberpihakan kepada pelaku usaha lokal agar manfaat ekonomi dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Baca Juga :  IJP Lampung Dikukuhkan, Gubernur Dorong Sinergi Jurnalis dan Pemerintah

“Strategi paling cepat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Lampung adalah dengan menggerakkan UMKM,” katanya.

Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha dalam memperkuat sistem ekonomi daerah. Pemerintah, kata Gubernur, membutuhkan dukungan dari Bank Indonesia, OJK, dan perbankan untuk memperkuat tata kelola dan pembiayaan UMKM.

“Pemerintah berpihak, regulasi berpihak, bank berpihak. namun yang utama, daya saing UMKM juga harus kuat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, melaporkan bahwa selama tiga hari pelaksanaan Lampung Begawi 2025, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 10 ribu orang. Total transaksi pada tenant wastra tercatat sebesar Rp500 juta, sedangkan di tenant kuliner mencapai Rp460 juta.

Selain itu, kegiatan business matching menghasilkan komitmen transaksi senilai Rp5,5 miliar, terutama dari sektor kopi dan makanan minuman, serta pembiayaan perbankan mencapai Rp10,4 miliar.

Bimo menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha Lampung mampu menunjukkan kinerja positif di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi.

“Ini menandakan bahwa di tengah tantangan, ekonomi Lampung masih bisa menunjukkan kinerja yang baik yang ditandai dengan pelaku-pelaku usaha bisa menunjukkan aktivitas usahanya yang meningkat,” ujar Bimo.

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Serbuan Vaksinasi Koramil 410-01/Panjang Menyisir Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Sukarame

Bandar Lampung

Meriahkan Peringatan HUT RI ke-79, Pemprov Lampung Gelar Sepeda Santai dan Festival Nyeruit

Bandar Lampung

Pengurus ORARI Daerah Lampung Periode 2024-2029 Resmi Dikukuhkan, Pj. Gubernur Harapkan Peran Strategis di Bidang Komunikasi Terus Ditingkatkan

Bandar Lampung

Serbuan Vaksinasi Covid 19, Terus Gencar di Gelar Koramil 410-06 Kedaton Untuk Warga Wilayah Binaan

Bandar Lampung

Hadiri Festival Perahu Demokrasi Pemilu 2024, Dandim 0410/KBL dan Walikota Susuri Pesisir Lampung

Bandar Lampung

Pemerintah Provinsi Lampung Kembali Menggelar Lampung Half Marathon

Bandar Lampung

Anggota Koramil TBS Perkuat Pengamanan Ibadah Umat Kristiani di Gereja Bethel

Bandar Lampung

Gubernur Lampung Tekankan Peran Krusial Pesantren dalam Pembangunan SDM di Edu-Day JPPPM