Home / Nasional

Jumat, 25 Maret 2022 - 20:52 WIB

Puan: Indonesia ‘Leading’ dalam Isu Perempuan di IPU ke-144

Foto: Pco/Man

Buanaangkasa.com

Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mengatakan gagasan-gagasan Indonesia dalam isu-isu perempuan banyak diapresiasi di forum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144. Banyak delegasi yang merasa Indonesia menjadi contoh nyata kepemimpinan perempuan.

Di Forum of Women Parliamentarians, Puan menyebut banyak delegasi yang menyatakan produk regulasi Indonesia banyak berpihak kepada perempuan.  Seperti dalam keterlibatan perempuan dalam mempersiapkan produk kebijakan publik.

“Kepemimpinan perempuan di Indonesia menginspirasi mereka. Banyak yang mau belajar lebih lanjut, bagaimana mereka juga ingin meningkatkan jumlah anggota perempuan di parlemen. Mereka melihat kesuksesan Indonesia” jelasnya Kamis (24/3/2022).

Untuk itu, Puan mendorong agar lebih banyak lagi perempuan yang menjadi anggota parlemen. Puan mengatakan, DPR juga terus meningkatkan jumlah anggota parlemen agar kebijakan-kebijakan negara semakin mengedepankan kesetaraan gender karena adanya campur tangan dari perempuan itu sendiri.

“Selama beberapa tahun terakhir ini, kita telah menyaksikan bagaimana perempuan berkiprah di dunia politik. Pada tahun 2021, dari 73 orang yang terpilih sebagai ketua parlemen di seluruh dunia, 18 orang di antaranya atau 24,7 persennya adalah perempuan,” papar politisi fraksi PDIP itu.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Kampus Harus Aktif Mendorong Penguasaan Teknologi, Sehingga Kita Tidak Hanya Pengimpor Teknologi

Sementara itu, anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Irine Yusiana Roba Putri yang menjadi Ketua dalam 33rd session of the Forum of Women Parliamentarians,  mengatakan, Rancangan Undang-undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang sempat disinggung Puan dalam forum, mendapat sorotan delegasi-delegasi IPU.

“Dengan RUU TPKS, Indonesia dianggap progresif dalam perlindungan terhadap perempuan. Kemudian terkait pandemi Covid-19, Indonesia juga dapat nilai positif karena kebijakan untuk perempuan dan anak dianggap menonjol, termasuk dalam vaksinasi,” jelas Irine.

Irine mengatakan, kebijakan-kebijakan Indonesia dinilai ramah gender. Selain itu, Indonesia dianggap menjadi role model kepemimpinan perempuan. “Bagaimana tidak? Indonesia sudah punya presiden perempuan, ketua DPR perempuan. Jadi kita dianggap lead by example. Bahkan Amerika negara maju aja belum punya presiden perempuan. Maka banyak mata dunia yang memandang ke kita,” terang Irine.

Baca Juga :  Diharapkan Menjadi Hub Logistik Nasional, Pemerintah Kembangkan Sarana Transportasi Berstandar Internasional di Batam

Anggota Komisi I DPR RI ini pun bercerita, delegasi parlemen Thailand sangat kagum dengan kepemimpinan perempuan di Indonesia. Hal tersebut, kata Irine, terlihat saat pertemuan bilateral antara Puan dan pimpinan parlemen Thailand di sela-sela penyelenggaraan IPU.

Dalam Governing Council IPU pagi ini, Irine membacakan hasil pertemuan Women Parliamentarians. Ada dua resolusi yang dihasilkan oleh forum ini, pertama adalah ‘Memikirkan Kembali dan Membingkai Ulang Pendekatan Proses Perdamaian dengan Pandangan untuk Membina Perdamaian Abadi’. Kemudian resolusi kedua yaitu ‘Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Enabler Sektor Pendidikan, Termasuk di Masa Pandemi’.

Diketahui, Women Parliamentarians dihadiri oleh 129 peserta, termasuk 64 anggota parlemen dari 60 negara. Rinciannya adalah, 55 anggota parlemen perempuan dan 9 anggota parlemen laki-laki. “Saya mengambil kesempatan ini untuk mendorong lebih banyak rekan pria untuk menghadiri Forum dan memperjuangkan kesetaraan gender!” tegas Irine. (Red)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Forum KTT W20: Menko Airlangga Serukan Recover Together and Recover Equally serta Sampaikan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Nasional

Soal Insiden Polisi Tembak Polisi, Presiden: Usut Tuntas, Buka Apa Adanya

Jawa Timur

Tingkatkan Akuntabilitas Program Kartu Prakerja, Manajemen Pelaksana Perkuat Tata Kelola

Nasional

Lanjutkan Operasi Pasar, Menko Airlangga Tegaskan Bahwa Pemerintah Terus Dorong Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan

Jawa Barat

Serahkan Bansos di Pasar Harjamukti Cirebon, Presiden: Untuk Modal Usaha

Nasional

Semangat Akselerasi Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Diharapkan Menyebar Kepada Seluruh Pihak, Termasuk di Kalangan Akademisi

Jakarta

Antisipasi Krisis Energi dan Upayakan Kemandirian Energi, Pemerintah Tingkatkan Bauran Energi Baru Terbarukan

Nasional

Perhatikan Aspek Kelestarian dan Kesejahteraan Masyarakat, Kongres Kehutanan Indonesia Gaungkan Kebermanfaatan Hutan bagi Kemajuan Bangsa