Home / Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 - 22:34 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Langkah Nyata Jaga Stabilitas Harga Pangan

Bandar Lampung, buanaangkasa.com —

Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang), Bani Ispriyanto, mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah secara daring, di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (20/4/2026).

Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah mengenai pentingnya keseriusan dalam mengendalikan inflasi.

​Tomsi menekankan agar pemerintah daerah tidak menganggap remeh fluktuasi harga bahan pangan. Menurutnya, terdapat 227 juta penduduk Indonesia yang masuk dalam kategori rentan terhadap kenaikan harga pangan, sehingga setiap kenaikan, sekecil apa pun, akan sangat berdampak pada kesejahteraan mereka.

​”Saya ingin menjelaskan lagi ya bahwa masyarakat kita yang sangat miskin, miskin, rentan miskin, dan miskin menuju sedang, itu jumlahnya 227 juta orang. Yang sangat terpengaruh dengan harga bahan makanan, kenaikan sedikit-sedikit ini,” tegas Tomsi dalam arahannya.

Baca Juga :  Gubernur Lampung Ajak Sektor Jasa Keuangan Bersinergi Dorong Ekonomi Daerah

Tomsi Tobir menginstruksikan kepada pemerintah daerah untuk lebih proaktif dan tidak sekadar memantau harga secara administratif. Ia meminta para pejabat terkait untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan stabilitas harga di pasar.

​Dalam rapat tersebut, Sekjen Kemendagri juga menyoroti perlunya empati dari para pejabat. Ia mengingatkan bahwa kondisi pangan di rumah pribadi pejabat tidak bisa dijadikan indikator kestabilan ekonomi nasional.

​”Jangan karena di rumah kita nasi oke, makanan oke, terus kita tidak merasakan itu. (Harus) berpikir keras, berusaha keras, evaluasi keras, itu yang saya harapkan. Saya minta penekanan ini bisa disadari dengan sepenuh hati,” tutup Tomsi.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa inflasi pada periode pasca lebaran cenderung lebih rendah dibandingkan inflasi saat periode lebaran.

Meskipun tren menunjukkan penurunan, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap komoditas volatile food, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang secara historis kerap menyumbang inflasi pasca lebaran.

Baca Juga :  Pj. Gubernur Lampung Dorong Sinergi Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat Lewat Program Gerakan Waber

​”Kalau kita cermati 4 tahun kondisi pasca lebaran ini, hampir seluruhnya berada di bawah inflasi yang kondisi lebaran, cenderung lebih rendah,” ujar Ateng Hartono.

​Ia memaparkan bahwa komoditas seperti bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, dan bawang putih menjadi penyumbang inflasi utama selama periode ini. Di sisi lain, daging ayam ras justru sering menjadi komoditas penyumbang deflasi.

​Terkait Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu ketiga April 2026, Ateng mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi. Tercatat sebanyak 15 provinsi mengalami kenaikan IPH dan 23 provinsi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Wamen PANRB Apresiasi Pelayanan Publik di Lampung, MPP hingga RSUD Abdul Moeloek Dinilai Berkualitas

Bandar Lampung

Kasdim 0410/KBL Hadiri Acara Anniversary HUT ke-15 SKH Kupas Tuntas

Bandar Lampung

Hari Pertama Lebaran, Dandim 0410/KBL Dan Walikota Bandarlampung Keliling Pantau Aktifitas Warga

Bandar Lampung

Lampung Perkuat Budaya Keterbukaan Informasi, Sejumlah OPD dan Instansi Raih Penghargaan Informatif

Bandar Lampung

Koramil 410-06/Kedaton Gelar Vaksinasi Covid 19 Untuk Usia 6 Sampai 11 Tahun

Bandar Lampung

Rakerwil LASQI dan Festival Seni Qasidah Tingkat Provinsi Lampung 2024 Resmi Dibuka

Bandar Lampung

Pj. Gubernur Lampung sambut kepulangan para Atlit dan berikan Apresiasi kepada Kontingen Lampung pada PON XXI 2024 Aceh-Sumut

Bandar Lampung

Kolaborasi KIM, Pemerintah, dan Desa Jadi Kunci Akselerasi Transformasi Digital