Home / Jawa Timur / Nasional

Rabu, 30 Maret 2022 - 20:57 WIB

Wapres: Pola Kemitraan di Sektor Pertanian Tingkatkan Pendapatan Masyarakat

Buanaangkasa.com-Jawa Timur:

Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin menyebutkan bahwa pola kemitraan di sektor pertanian terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu contohnya, konsep creating shared value (CSV) perusahaan dengan menjadi mitra usaha tani berhasil meningkatkan pendapatan petani pisang di Kabupaten Tanggamus, Lampung, hingga 4,1 juta per hektare per program.

“Pola kemitraan di sektor pertanian sangat penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga menggerakkan sumber daya pedesaan untuk menghasilkan produk yang berdaya saing,” ungkap Wapres dalam acara Panen Pisang Cavendish dalam rangka Program Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor di Desa Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (30/03/2022).

Melalui kemitraan dengan perusahaan, lanjut Wapres, petani memperoleh manfaat seperti dapat mengatasi masalah pembiayaan, memperbaiki kualitas produk, dan meningkatkan akses pasar bagi produknya. Sementara, perusahaan juga akan memperoleh persediaan bahan baku yang berkualitas.

Baca Juga :  Dharma Wanita Setkab Serahkan Bingkisan Idulfitri 1443H Bagi Anak Yatim dan Pensiunan

“(Di sini) perusahaan dituntut untuk memainkan peran ganda, yaitu menciptakan nilai ekonomi dan nilai sosial. Salah satu bentuk CSV adalah menjadi mitra bagi petani,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wapres mencontohkan pola kemitraan lain yang dapat dikembangkan dalam sektor pertanian yakni kerja sama petani dengan BUMN, seperti program penanaman jagung dan kedelai di Purwakarta yang melibatkan Perum Perhutani dan masyarakat sekitar hutan.

“Perhutani menyediakan lahan untuk ditanami jagung dan kedelai oleh para petani,” tuturnya.

Melihat potensi dan manfaat dari kemitraan tersebut, Wapres pun meminta agar pola-pola kemitraan dalam sektor pertanian dapat dikembangkan di wilayah lain guna mendukung kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Para Menteri Negara Partisipan IPEF Tekankan Pentingnya Tangible Benefit dalam Skema Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) for Prosperity

“Keberhasilan model pemberdayaan ekonomi sektor pertanian harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Sehingga diharapkan, sambung Wapres, meskipun tinggal di desa, masyarakat tetap memperoleh pendapatan yang layak bahkan dapat memiliki bisnis yang mendunia. Hal ini pun menurutnya akan mampu mencegah urbanisasi masyarakat dari desa ke kota.

“Saya kira (selain) menjadi program pemerintah, sekaligus juga untuk menghindarkan terjadinya perpindahan masyarakat ke kota-kota, menghindari urbanisasi. Ini sekarang juga melalui pisang cavendish. Dia tinggal di desa, tapi rezekinya rezeki kota, dia berjualan sampai ke Singapura, ke Timur Tengah, ke Cina, dan lain sebagainya,” pungkasnya. (Red) 

 

(Foto: BPMI Setwapres)

Share :

Baca Juga

Nasional

Presiden Jokowi: Jaga Kekondusifan Situasi Politik

Nasional

Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan Lokasi KTT ASEAN 2023 Read more: https://setkab.go.id/presiden-jokowi-tinjau-kesiapan-lokasi-ktt-asean-2023/

Jakarta

Kemendagri Gelar Rakor, Tuntaskan Permasalahan Beasiswa Mahasiswa Papua

Nasional

Pengembangan Kawasan Industri Berteknologi Tinggi di Kendal Tarik Minat Investor dan Tumbuhkan Lapangan Pekerjaan

Nasional

Berhasil Swasembada Beras, Indonesia Raih Penghargaan dari IRRI

Nasional

Pandemi Melandai, Presiden Harap Aktivitas Seni dan Budaya Bangkit

Nasional

Dibawah Kepemimpinan Indonesia di ASEAN 2023, Ekonomi ASEAN Diharapkan Terus Berkembang dan Terintegrasi

Jakarta

Pemerintah Segera Salurkan BLT Minyak Goreng untuk 20,65 Juta KPM