Home / Jakarta / Nasional

Senin, 18 April 2022 - 15:46 WIB

Presiden Jokowi Instruksikan PPATK Lakukan Terobosan Digital

Buanaangkasa.com-Jakarta:

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta perhatian semua pihak dalam memerangi tindak kejahatan ekonomi yang semakin masif, rumit, dan semakin kompleks.

Hal tersebut ia sampaikan Presiden Joko Wdidodo pada Peringatan 20 Tahun Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT), Senin (18/04/2022), di Istana Negara, Jakarta.

“Yang pertama, kita perlu terus-menerus melakukan terobosan. Secepatnya melakukan transformasi digital yang mengadopsi regulatory technology, menemukan terobosan hukum atas berbagai permasalahan-permasalahan yang fundamental,” kata Presiden.

Kedua, Presiden meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus meningkatkan layanan digital, baik dalam mengembangkan platform layanan baru maupun menyempurnakan terobosan layanan digital yang sudah dimiliki.

Menurutnya, PPATK perlu mengembangkan pusat pelayanan digital yang lengkap, terintegrasi, real-time, dan mampu melayani para pemangku kepentingan dengan cepat, mudah, tepat, dan akurat.

Ketiga, Kepala Negara juga meminta seluruh kementerian dan lembaga, termasuk PPATK sebagai focal point dan financial intelligence unit harus jeli dan mampu bergerak cepat untuk menangani modus-modus baru tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme yang telah melewati batas-batas negara serta telah menjadi kejahatan internasional.

Baca Juga :  Kembali Menjadi Official Partner Country Hannover Messe, Pemerintah Dorong Manfaat Nyata untuk Perekonomian Nasional

“Lakukan antisipasi sedini mungkin di berbagai tingkatan untuk mencegah upaya-upaya yang dapat mengganggu integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan kita. Dan, mengantisipasi peningkatan kejahatan ekonomi, seperti cybercrime dan kejahatan lain yang memanfaatkan kecanggihan teknologi,” ungkap Presiden.

Pada kesempatan ini pula, kepala negara mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada PPATK bersama para pemangku kepentingan yang selama dua dekade berupaya mengefektifkan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.

“Apa yang telah dicapai dalam dua dekade ini tidak boleh membuat kita berpuas diri. Tantangan-tantangan yang akan kita hadapi di masa depan akan semakin berat dan potensi kejahatan-kejahatan siber juga semakin meningkat. Muncul berbagai modus dan bentuk-bentuk baru kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme,” kata Presiden.

Baca Juga :  Kemenperin-Polri Bentuk Satgas Pengawasan Produksi dan Distribusi Minyak Goreng Curah

Untuk itu, ia memahami bahwa pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme tidak bisa dilakukan oleh PPATK sendiri. Perlu kerja keras bersama menjaga integritas, stabilitas sistem perekonomian, dan sistem keuangan negara.

“Diperlukan dukungan dari semua pihak, instansi pemerintah, industri keuangan, dan seluruh masyarakat. Kita perlu membangun sinergi untuk memastikan penegakan hukum yang berkeadilan. Meningkatkan upaya penyelamatan, upaya pengembalian dan pemulihan keuangan negara. Memberikan kepastian hukum kepada para investor, baik yang ada di dalam maupun luar negeri dan membangun sistem keuangan Indonesia yang lebih kuat, terintegritas, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Hadir dalam acara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.

 

(Foto: Humas Setkab/Agung)

(Red/FID/ST)

Share :

Baca Juga

Nasional

G20 Sustainable Vegetable Oils Conference: Kontribusi Indonesia Bagi Penguatan Rantai Pasok Minyak Nabati Yang Berkelanjutan

Nasional

Presiden Harapkan Ketua Umum PSSI Baru Bawa Perubahan Bagi Sepakbola Indonesia

Nasional

Bertolak ke NTT, Presiden Akan Pimpin Upacara Peringatan Harlah Pancasila

Jakarta

Pimpin Rakor TPPS, Wapres Minta Komitmen K/L Percepat Penurunan Stunting

Nasional

Menko Airlangga: Selain Bekerja Bahu-membahu untuk Keluar dari Pandemi dan Pulihnya Ekonomi, Doa Para Alim Menjadi Salah Satu Senjata Memuluskan Ikhtiar Bangsa

Nasional

Pemerintah Evakuasi 538 WNI dari Sudan

Nasional

Harlah NU ke 99, Menko Airlangga: Pemerintah Apresiasi NU yang Telah Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan untuk Membuat Petani Sejahtera

Jakarta

Menko Airlangga: Indonesia Bersama Negara-Negara Besar Dunia, Mencari Jalan Keluar dari Multiple Disruption yang Melanda Dunia Saat Ini