Home / Bandar Lampung

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:08 WIB

Pemprov Lampung Waspadai Fluktuasi Harga Pangan, Koordinasi Pengendalian Inflasi Diperkuat

Bandar Lampung, buanaangkasa.com —

Pemerintah Provinsi Lampung terus memantau dinamika Indeks Perkembangan Harga (IPH) guna mengantisipasi volatilitas harga komoditas pokok.

Langkah antisipatif ini diperkuat melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang diikuti secara virtual oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Lampung, Liza Derni, dari Command Center Lt. II Diskominfotik Provinsi Lampung, Senin (22/6/2026).

Rakor yang dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri RI ini menyoroti tren kenaikan IPH di minggu ketiga Juni 2026 di sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga komoditas pangan utama seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah menjadi penyumbang utama terhadap perubahan IPH nasional. Selain itu, tren kenaikan harga beras medium dan premium turut menjadi catatan penting yang memerlukan atensi serius dari pemerintah daerah.

Baca Juga :  Personel Koramil TBU Beri Pelatihan Navrat Kepada SWK Hasanudin

Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, dalam arahannya menekankan perlunya kolaborasi intensif antara kepala daerah dan Bulog, terutama di kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras.

“Daerah dengan kenaikan IPH yang signifikan harus segera melakukan koordinasi antar-daerah melalui TPID untuk mencari solusi konkret. Bagi daerah penerima bantuan dari Kementerian Pertanian terkait gerakan menanam cabai, mohon dipastikan program tersebut berjalan tepat sasaran,” tegas Tomsi Tohir.

Menanggapi tantangan distribusi di wilayah Indonesia Timur, Kementerian Perdagangan didorong untuk memfasilitasi logistik bawang putih agar pasokan dapat langsung diarahkan ke hub seperti Makassar atau Balikpapan. Langkah ini diharapkan mampu menekan ongkos distribusi sehingga harga di tingkat masyarakat dapat lebih terjangkau.

Di sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memaparkan berbagai aksi strategis untuk stabilisasi harga pangan. Salah satunya adalah skema penyaluran komoditas melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang mengintegrasikan peternak lokal sebagai pemasok telur dan daging ayam ras.

Baca Juga :  Pj. Gubernur Samsudin Berikan Penghargaan Kepada Atlet Pelajar dan Pelatih Berprestasi

Upaya stabilisasi ini juga didukung dengan realisasi penyaluran beras SPHP yang hingga 20 Juni 2026 telah mencapai 359.000 ton, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang masif dilakukan di berbagai provinsi untuk menjaga aksesibilitas pangan bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri berkomitmen untuk terus menyelaraskan kebijakan pengendalian inflasi di tingkat pusat dengan kondisi riil di lapangan. Dengan sisa waktu satu minggu sebelum memasuki Juli, koordinasi lintas sektoral akan terus ditingkatkan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, khususnya komoditas yang mengalami fluktuasi harga cukup tinggi di wilayah Provinsi Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Gubernur Lampung Arinal diwakili Kadis Disperindag kegiatan CAWI

Bandar Lampung

Kodim 0410/KBL Menggelar Lounching Tungku Pembakaran Sampah

Bandar Lampung

Sekdaprov. Lampung Buka Rapat Koordinasi Forum Penataan Ruang

Bandar Lampung

Dandim 0410/KBL Hadiri Kegiatan Senandung Kenangan Merajut Kebersamaan

Bandar Lampung

Lembaga KAMPUD Hadiri Acara Silaturahmi di Kelurahan Waylaga, Bandar Lampung

Bandar Lampung

Koramil 410-01/Panjang Gelar Seleksi Sepak Bola Liga Santri Piala Kasad

Bandar Lampung

Upacara HUT ke- 60 Provinsi Lampung, Gubernur Arinal Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Lampung Ukir Prestasi Menuju Lampung Berjaya

Bandar Lampung

Dua Cagar Budaya Provinsi Lampung Menjadi Peringkat Nasional pada Sidang TACBN Ke-6 Tahun 2024