Home / Jakarta / Nasional

Senin, 18 April 2022 - 22:56 WIB

Pemerintah Perbolehkan Anak-Anak dan Remaja Mudik Tanpa Tes COVID-19

Buanaangkasa.com-Jakarta:

Pemerintah memutuskan bahwa anak-anak dan remaja yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua dapat melakukan mudik tanpa perlu menunjukkan hasil tes COVID-19, baik PCR maupun Antigen. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah memperhatikan dinamika yang terjadi di masyarakat terkait kebijakan vaksin penguat (booster) sebagai salah satu syarat mudik.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (18/04/2022), usai Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Kita memang mensyaratkan booster kalau tidak mau dites antigen atau PCR untuk mudik. Tapi booster ini kan hanya diberikan ke di atas 18 tahun ke atas. Jadi memang ada dinamika. Ini kalau anak-anak di bawah 18 tahun gimana? Mau di-booster juga belum boleh. Jadi akhirnya diputuskan oleh Bapak Presiden anak-anak, remaja, kalau mau mudik belum di-booster enggak apa-apa, enggak usah dites antigen,” ujar Budi.

Baca Juga :  Antisipasi Krisis Energi dan Upayakan Kemandirian Energi, Pemerintah Tingkatkan Bauran Energi Baru Terbarukan

Dengan keputusan ini, pemerintah berharap anak-anak dapat menikmati mudi bersama keluarga.

“Jadi bisa mendampingi orang tuanya untuk mudik tanpa perlu tes PCR atau antigen, asal vaksinasinya sudah dua kali. Jadi, ini hadiah dari beliau kepada anak-anak kita yang keluarganya mau menikmati mudik ini dengan lebih baik lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Menkes juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak baik TNI, Polri, BIN, dan pemerintah daerah yang turut bekerja keras menyukseskan program vaksinasi nasional. Menurut Budi, hampir 200 juta masyarakat Indonesia telah mendapat suntikan vaksin dalam kurun waktu 15 bulan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Lakukan Kunjungan Kerja Ke Empat Negara di Afrika

“Alhamdulillah sampai sekarang sudah 392 juta dosis vaksin diberikan ke 198 juta masyarakat Indonesia. Sudah hampir 200 juta dalam waktu 15 bulan. Ini pencapaian yang luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi memberikan catatan terkait kegiatan-kegiatan saat Lebaran. Pemerintah mempersilakan halalbihalal diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat dan diimbau tanpa acara makan dan minum.

“Kegiatan halal bihalal diselenggarakan dengan protokol kesehatan dan diimbau untuk tidak ada makan minum, dan makan minum pun harus sesuai dengan jarak dan tempat,” jelasnya.

 

(Foto: Humas Setkab/Agung)

(Red/FID/TGH/UN)

 

Share :

Baca Juga

Jakarta

Wujudkan Digital Bridge ke Mancanegara, Pemerintah Dorong Peningkatan Investasi Pengembangan Data Center di KEK Nongsa

Nasional

Resmi Ditutup, G20 Indonesia Hasilkan Deklarasi Bersama

Jakarta

Presiden Jokowi Tegaskan Biaya Haji Tahun 2023 Masih Dikaji

Jakarta

Pemerintah Dorong Inovasi Perumusan Kebijakan dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Jakarta

Pemerintah Berikan Bantuan Tunai Pangan Tambahan kepada Penerima Bansos dan Pedagang Kaki Lima Makanan

Nasional

Presiden Jokowi Tunaikan Salat Jumat di San Francisco

Jakarta

Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right

Jakarta

DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat Mengikuti Kegiatan Bimtek di Jakarta